Video 'Telur Palsu' Kembali Beredar di Malaysia

Video 'Telur Palsu' Kembali Beredar di Malaysia

Maya Safira - detikFood
Senin, 16 Nov 2015 09:07 WIB
Foto: Thinkstock/The Star
Jakarta - September tahun lalu, publik Malaysia sempat dibuat takut dengan keberadaan telur palsu. Kini beredar lagi video klaim telur palsu yang ramai dibicarakan di media sosial.
 
Dilansir dari The Star (15/11), pada 28 Oktober lalu seorang pria menelaah sandwich yang dibeli putrinya dari sebuah sekolah di Kuala Lumpur. Video rekaman ini kemudian muncul di Facebook dan YouTube awal bulan ini.
 
Pria yang tak diketahui namanya itu menyebut tekstur telur mata sapi seperti plastik. Sedangkan lumatan telur rebus bertekstur seperti karet dan bisa memantul.



Tampak pada video, tangan pria mengambil kuning telur rebus dan membentuknya jadi bola kecil. Kemudian ia memantulkan bola telur ke atas meja.
 
Direktur Pelaksana Kementerian Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Konsumerisme Malaysia, Mohd Roslan Mahyudin, mengatakan klaim telur palsu itu akan diselediki. Meski rincian dalam video masih samar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


 
“Siapapun yang memiliki informasi harus datang ke kami. Agar kami tahu dimana penjualannya. Lebih baik lagi, beri kami sampel. Kami memiliki cabang di seluruh negeri,” ujar Mohd Roslan.
 
Ia menambahkan sampel akan dikirim ke laboratorium, Kementerian Kesehatan dan Departemen Layanan Hewan untuk dianalisa.
 
Tahun lalu video telur palsu juga muncul di Malaysia. Seorang wanita yang membeli telur rebus di supermarket daerah Klang Valley menyebut tekstur kuning telur seperti karet. Telur juga tidak berbau seperti biasanya dan hambar.


 
Asosiasi Konsumen Penang pun menduga penjualan telur palsu di pasar sudah terjadi sejak 2011. Mohd Roslan mengatakan 26 keluhan telur palsu telah diterima sejak 2011. Akan tetapi tidak ditemukan telur tersebut. Tindakan dapat diambil merujuk pada Trade Description Act 2011 jika kasusnya palsu, tambah Mohd Roslan.
 
Direktur kesehatan, Dr Noor Hisham Abdullah mengungkapkan bahwa semua komplain dan isu keamanan pangan diperiksa sekaligus diambil tindakan. Seperti pemantauan berkelanjutan dan penegakan aktivitas di pasar domestik.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads