Kopi Enrekang dan Teh Harendong Jadi Suguhan Penutup Santap Malam Presiden Jokowi

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Selasa, 27 Okt 2015 07:30 WIB
Foto:Thinkstock/Harendong/Javanegra Foto:Thinkstock/Harendong/Javanegra
Jakarta -

Kecuali menu Indonesia yang disajikan untuk 270 tamu pada pertemuan US Chamber of Commerce, kopi dan teh juga disuguhkan. Kali ini kopi dan teh terbaik dari Indonesia.

Pertemuan presiden Jokowi dengan US Chamber of Commerce bukan hanya penting untuk hubungan ekonomi bilateral tetapi juga memberi sentuhan berbeda. Produk Indonesia hadir mewarnai seluruh jamuan ini.

Presiden Jokowi secara khusus memberikan pesan kepada duta besar Indonesia untuk Amerika Budi Bowoleksono, bahwa semuanya harus tampil Indonesia. ‘Meskipun Indonesia bukan tuan rumah tetapi semuanya tampil dengan sentuhan Indonesia’, demikian William W.Wongso selaku ketua tim kuliner Indonesia yang bertugas dalam jamuan santap malam ini.

Sebagai penutup sajian santap malam, seperti biasa ara tamu diberi pilihan Tea & Coffee. Untuk tehnya tertulis pada menu ‘Arum Organic Black Tea’ dan untuk kopi ‘Javanegra Coffee Blend Highland Sumatra, Sulawesi and Flores’.

Arum Organic Black Tea yang disajikan dipilih khusus oleo Arum Tea dari Special Collection dari Java Nirvana, Indonesia Organic Black Tea. Arum Tea merupakan produk teh dari Indonesia, tepatnya dari pegunungan Halimun, Banten yang sudah mendapat sertifikasi organik dari USDA.



Teh hitam istimewa yang disajikan bentuk daun ‘long form’ yang akan diseduh dengan air panas bersuhu 90 - 100 C. Sedangkan untuk citarasa teh ini dari catatan uji rasa digambarkan sebagai manis, lembut, malty black dengan aroma karamel dan rasa segar daun di akhir.

‘Karena sajian santap malam berupa hidangan yang berempah dan pedas maka teh hitam dari Java Nirvana ini sangat cocok. Teh yang tak punya rasa pahit kelat ini bisa diminum tanpa gula ataupun susu’, jelas Melanie Halim dari Arum Tea yang berada di Amerika pada detikfood (26/10).

Teh hitam organik yang dipilih dihasilkan oleh Harendong Green Farm yang berlokasi di gunung Halimun, Lebak, Banten. Ditanam di ketinggian 800-1000 meter sehingga menghasilkan teh organik kualitas ekspor.

Pilihan kopipun tak kalah istimewa. Javanegra Coffee Blend Highland Sumatra, Sulawesi and Flores yang diracik khusus oleh Javanegra dari Jakarta. Biji kopi Arabicanya merupakan campuran dari Aceh Gayo, Anrekang dan Flores.



‘Blending ini sudah beberapa kali kami uji dan selalu mendapat sambutan baik dan merupakan ‘Signature Javanegra’. Rasa ‘spicy’ dari kopi Gayo berpadu dengan ‘earthy’ dari Anrekang dan ‘chocolaty’ dari Flores Bajawa. Membentuk rasa kopi yang tidak pahit tetapi mirip moka,’ demikian jelas Reni Alhadad saat dihubungi detikfood (26/10).

Kopi Anrekang, dari Sulawesi Selatan menjadi pilihan khusus. ‘ Meskipun Kalosi lebih populer tetapi Anrekang punya sejarah yang lebih panjang. Biji kopi yang dihasilkan berkualitas bagus, ‘ jalas Reni.

Dalan penyajian untuk para tamu, biji kopi Arabica yang sudah dipanggang akan dimasukkan ke mesin khusus. Mesin ini akan menggiling sekaligus menyeduhnya menjadi air kopi. Kopi hitam atau Black Coffee dengan aksen rasa uniknya diharapkan bisa menjadi pembilas lidah para tamu yang telah mencicipi hidangan berempah khas Indonesia.






(odi/odi)