Tiga Pelajar SMK Kudus Akan Kenalkan Makanan Indonesia di Food Explorer, Jerman

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 06 Okt 2015 12:51 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Tiga pelajar SMK asal Kudus akan terbang ke Jerman. Mereka akan unjuk kebolehan dengan menyajikan beberapa menu dari 30 ikon kuliner Indonesia di Food Explorer.

Food Explorer merupakan serangkaian acara dari Frankfurt Book Fair yang bekerjasama dengan Classroom of the Future dan ELIG (European Learning Industry Group). Para pelajar yang berpartisipasi dalam program ini berusia 12-18 tahun.

Ada sekitar 1.000 pelajar yang akan mengasah indera 'look, touch, feel, hear hingga taste'. Para pelajar SMK asal Kudus akan ​berbagi ilmu​ mengenai kuliner dengan beberapa pelajar dari sekolah lain di Uni Eropa seperti Jerman, Austria, Italia dan negara Eropa lainnya.

Program Food Explorer tidak hanya mengenai 'asah indera' tapi juga asah teknologi. Sebuah stasiun televisi terbesar di Jerman akan membina para pelajar untuk mendokumentasikan dan membuat reportase sesi memasak temannya dengan teknologi mutakhir yang dipersiapkan oleh Hewlett Packard. Semua pelaku Food Explorer adalah para pelajar.

Ketiga siswa dan siswi yang akan mengikuti Food Explorer adalah Yoga Bayu Sadewa, Billa Aprilia Putri dan Afifah Ramadani. Ketiganya masih berumur 17 tahun dan merupakan siswa siswi Tata Boga dari SMKN 1 Kudus Binaan Bakti Pendidikan Djarum Foundation.



"Sekolah kuliner binaan Djarum Foundation di SMKN 1 Kudus ini merupakan satu-satunya sekolah kuliner di Indonesia yang mewajibkan siswanya untuk menguasai 30 ikon kuliner Tradisional Indonesia," jelas Evi Intanita Adeliana selaku Program Associate, Bakti Pendidikan.

Untuk pertama kalinya, Yoga akan terbang ke Jerman. “Ini pengalaman pertama saya untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke luar negeri. Rasanya bangga sekali dan mohon doanya semoga lancar dan tidak ada halangan apapun,” tutur remaja yang hobi memasak ini.

Berbeda dengan Yoga, Afifa dan Billa sebelumnya sudah memiliki pengalaman ke luar negeri. Keduanya pernah ikut menyajikan makanan Indonesia untuk gala dinner di Doha, Qatar selama seminggu.

Selama 6 bulan kemarin, ketiga pelajar ini juga sudah memiliki pengalaman trainning atau praktek kerja lapangan di Hotel Indonesia Kempinski. Ketiganya bercerita, untuk dipilih ke acara Frankfurt Book Fair ini mereka harus mengikuti beberapa rangkaian tes khusus dan juga dilihat dari prestasi selama bersekolah.



“Rencananya, untuk hari pertama kami akan memasak rendang. Jadi kita masak, dan pelajar lainnya juga ikut memasak. Sehingga sama-sama belajar bareng,” jelas Billa.

Selain rendang, para siswa juga akan mendemokan​ pembuatan​ kunyit asam, nasi tumpeng, kue lumpur, klappertaart hingga dawet ayu yang merupakan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia. “Kami akan tiba di Jerman pada tanggal 11 dan akan pulang sekitar tanggal 18 Oktober,” tutur Afifa saat diwawancarai oleh Detikfood (06/10).

“Bangga banget dan nggak nyangka diajak dengan pak Wongso. Ini adalah pengalaman yang luar biasa dan nggak nyangka diusia 17 tahun bisa pergi ke Jerman untuk memperkenalkan makanan tradisional Indonesia disana,” tutur Afifa dan Billa dengan wajah sumringah.

(lus/odi)