Bawa Rempah Asli, Tim Kuliner Indonesia akan Unjuk Kebolehan di 'Frankfurt Book Fair' 2015

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 06 Okt 2015 06:48 WIB
Foto: detikfood
Jakarta - Tim kuliner Indonesia yang terdiri dari 20 orang lebih akan unjuk kebolehan di acara Frankfrut Book Fair di Jerman. Beragam kuliner, budaya hingga teh dan kopi akan dipamerkan dalam acara ini.

Kuliner menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk memperkenalkan kebudayaan suatu bangsa. Untuk kedua kalinya, Indonesia menjadi tamu kehormatan di acara Frankfurt Book Fair.

Frankfurt Book Fair merupakan ajang pertemuan buku Internasional terbesar di dunia. Acara ini juga memiliki sejarah yang panjang sejak 400 tahun lalu, Frankfurt Book Fair tidak hanya mengenai penjualan hak cipta buku, tapi juga bagaimana para pengunjung dapat memahami isi buku.

Setiap tahunnya, Frankfrut Book Fair memberi ruang bagi para pemain dan peminat bidang kuliner di Gourmet Gallery. Kecuali membahas soal buku, para pengarang buku juga mempraktekkan langsung proses pembuatan masakan dari resep-resep yang ada di dalam buku.

Acara yang akan diadakan pada 13 hingga 18 Oktober 2015 ini tidak hanya menampilkan karya intelektual dari Indonesia tetapi juga keragaman makanan dan rempah. Indonesia adalah sumber rempah terkaya, bahkan menjadi awal perdagangan rempah dunia sejak ratusan tahun lalu dalam jalur 'spice trading route'.

"Pertama kalinya dalam 400 tahun sejarah Frankfrut Book Fair, ada tamu kehormatan yang mengangkat kekayaan rempah dan bumbu sebagai daya tarik programnya," tutur Kestity Pringgoharjono selaku Ketua Komite Kuliner, Anak dan Pelajar.



Terdapat ratusan jenis rempah yang tumbuh di Indonesia. Hal inilah yang membuat Indonesia memiliki ragam kuliner dengan sensasi rasa atau aroma yang sedap dan berbeda di tiap daerahnya.

"Ada 62 jenis bumbu yang terkumpul. Dengan memperkenalkan beragam rempah, tidak hanya kunyit dan jahe yang sudah umum dikenal. Tapi kami juga ingin memperkenalkan rempah khas Indonesia lainnya seperti krangean, mesoyi dan pulosari," jelas Helianti Hilman dari Javara yang ikut dalam tim kuliner.

Menurut Helianti, musim panen yang tidak sama membuat ia harus mengumpulkan rempah setahun sebelum acara. Untuk memperpanjang umur rempah, ia mengemasnya dengan cara dikemas kedap udara.

Selain rempah, Helianti juga membuat rainbow rice. Cara ini dilakukan untuk memperkenalkan kekayaan rempah dan herba Indonesia sebagai pewarna alami Indonesia dari bahan tanaman sehingga menghasilkan beras berwarna.

Mengusung tema 'Spice It Up' atau 'membumbui', tim kuliner yang terdiri dari 25 tokoh kuliner dan juru masak ternama siap meramaikan acara ini. Diantaranya, Sisca Soewitomo, Bara Pattiradjawane, Bondan Winarno, Bondan Winarno, Ragil Wibowo, Petty Elliot, Sandra Johan, Vindex Tengker hingga William Wongso.

"Nantinya akan diadakan demo masak di Gourmet Gallery yang akan mempresentasikan masakan dari Sumatera hingga Maluku," tutur Bondan Winarno selaku pakar kuliner saat membuka acara konferensi pers di Almond Zucchini Cooking Studio (05/10/15).

Selain makanan dan promosi buku kuliner, tak ketinggalan workshop mengenai ragam kopi oleh Lisa Virgiano dari Indonesia Coffee Project dan juga presentasi tentang kekayaan teh dan herbal Indonesia oleh Santhi Serad dari ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia).

"Tim ini adalah delegasi kuliner terbesar yang pernah dikirim oleh Indonesia, lengkap dengan tampilan kekayaan kuliner dari berbagai sisi," jelas William Wongso, pakar kuliner yang sudah berkeliling ke lebih dari 20 negara.


“Kami juga mendapat kepercayaan sebagai juru masak asing pertama yang dipercaya untuk masuk ke dapur Frankfurt Book Fair yang berukuran lebih dari 1.000 meter," jelas William Wongso sebagai duta diplomasi kuliner Indonesia.

Selain acara di dalam ruangan pameran, yang tak kalah seru, Kota Frankfurt juga akan diramaikan dengan makanan jalanan. Chef Ragil Wibowo dan tim akan berkeliling ke pusat kota tua Romerberg dengan gerobak kaki lima. Ada pula penampilan chef ternama sebagai 'guest chef' di berbagai restoran terkemuka. Chef Vindex Tengker dan tim akan tampil setiap hari di Freitagskuche, Museum od Moderne der Kunst dengan sajian 'Rijstafel Nusantara'.

Acara ini didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Bakti Pendidikan Djarum Foundation mengajak tiga orang siswa dari SMKN 1 Kudus untuk turut hadir dalam Frankfrut Book Fair di Jerman yang akan membuat beberapa ikon kuliner Indonesia.

(lus/odi)