Hawker Center Singapura Jadi Inspirasi Food Market Anthony Bourdain

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 01 Okt 2015 15:38 WIB
Foto: Northern Sights
Jakarta - Konsep hawker center di Singapura akan dibawa Anthony Bourdain ke food market miliknya di New York. Tak ayal, makanan negeri ini diprediksi semakin populer.

Awal tahun ini, Anthony Bourdain mengumumkan kerja samanya dengan KF Seetoh, ahli kuliner asal Singapura dalam pembuatan mega food market miliknya di New York. Meski berencana menghadirkan makanan kaki lima dari seluruh dunia, Bourdain terinspirasi oleh konsep pusat jajanan di Singapura.

Pusat jajanan di Singapura yang dikenal dengan sebutan hawker centers menawarkan ragam makanan unik dengan harga murah. “Hawker food adalah aspek unik dari budaya di Singapura. Di sini ada lebih dari 100 hawker centers dengan lebih dari 15.000 gerai makanan kecil,” ujar Kershing Goh selaku Direktur Americas di Singapore Toursim Board.

Hidangan di Singapura sebenarnya mendapat pengaruh dari banyak negara seperti India, China, Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Makanan signature negeri ini seperti Hainanese Chicken Rice diadaptasi dari makanan China.

Foto: Thinkstock

Laksa agaknya menjadi satu-satunya hidangan khas Singapura. Hidangan ini juga memuat banyak pengaruh budaya lain didalamnya. Kuah laksa tidak sepekat kari India, namun lebih pekat dari sup China. Laksa dibuat dari santan dan kaldu dengan tambahan serai, cabai, lengkuas, dan pasta ikan.

Isian laksa berupa mie tebal dengan topping udang, tofu, dan pork balls. “Ini (laksa) lebih ringan dan Anda dapat memakannya dalam jumlah banyak,” ujar Chef Larry Reutens, Executive Chef Masak yang menyediakan masakan Singapura.

Foto: Fox News

Selain laksa, ada juga Ang Ku Kueh yang mendapat pengaruh China. Kue mirip kura-kura ini dibuat dari tepung beras, ubi jalar, dan jus bit yang memberi warna merah pada bagian luar. Isiannya berupa pasta kacang panggang manis.

“Ini (Ang Ku Kueh) mirip mochi karena teksturnya yang kenyal,” ujar salah seorang pencicip, seperti diberitakan Fox News (01/10).

(adr/odi)