Vonny Lestari dan Stefan Pratama adalah dua anak muda yang 'membawa' nama Indonesia di kompetisi MasterChef Asia. Keduanya mengaku sangat senang dan bangga dapat mewakili Indonesia.
"Kami berdua berusaha semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik dan tidak minder berhadapan dengan kontestan dari negara lain," ujar Stefan, pria berusia 26 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai Sales Representative.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vonny mengatakan sudah suka memasak sejak kecil. "Waktu umur 3 tahun saya sudah sering diajak ayah ke dapur untuk membuat waffle atau pancake. Sejak saat itu saya jadi senang membuat cake. Menginjak SMA barulah saya tertarik dengan dunia memasak sesungguhnya."
Sedikit berbeda dengan Vonny, hobi Stefan memasak diawali dari kegemarannya makan. "Bisa dilihat kan dari ukuran tubuh saya yang besar," ujarnya berseloroh.
Tinggal cukup lama di Amerika Serikat, membuat Stefan sering kangen masakan Indonesia. "Mau tidak mau saya belajar dari Youtube atau internet untuk membuatnya sendiri. Eh ternyata bisa," jelasnya.
Saat ditanya tentang tantangan terbesar berada dalam kompetisi ini, Stefan dan Vonny mengatakan, "Apa yang selama ini kita lihat di televisi ternyata benar-benar terjadi dan tanpa rekayasa. Jika waktu yang diberikan juri 1 jam, maka kami benar-benar harus menyelesaikan masakan tersebut selama 1 jam."
Stefan menambahkan, "Tidak ada waktu tambahan sama sekali. Pressure-nya sungguh terasa"
Terlepas dari beratnya tantangan dan ketatnya persaingan, keduanya mengatakan seluruh kontestan di MasterChef Asia sudah seperti keluarga besar.
"Setelah selesai berkompetisi, kami sangat akrab di luar dan sudah seperti keluarga. Apalagi ada Vonny yang berusia 20 tahun dan seorang kontestan berusia 50 tahunan. Sudah seperti ada ibu dan anak," pungkas Stefan sambil berseloroh.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN