Kebun anggur yang berlokasi di Paso Robles, California Utara ini punya luas 10.000 acre atau sekitar 40.000.000 m2 ini menambah kesan 'merah' yang sebenarnya sudah melekat dalam logo Harvard. Instansi pendidikan ini memang terkenal dengan semboyan 'Veritas' di dalam logo yang berwarna merah anggur.
Aset Harvard jelas semakin bertambah karena keputusannya membeli kebun anggur. Dilansir dari Reuters (19/07), Paso Robles ini menjadi daerah ketiga yang mereka beli setelah Santa Barbara dan San Luis Obispo. Potensi tanah ini juga sudah dilirik oleh sebagian investor dari Napa Valley dan Sonoma yang lebih dulu terkenal akan
produksi wine-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tiga tahun terakhir, kebun anggur kepunyaan Harvard telah menghasilkan lebih dari 60 juta dollar atau sekitar 800 miliar rupiah meskipun kebun yang sebenarnya tidak terlalu luas ini. Keuntungan besar kebun anggur Harvard juga sempat dihadang masalah. Krisis air sedang melanda California yang mengharuskan warganya menghemat air.
Namun, kebun yang terletak di Paso Robles ini kabarnya punya 16 sumur khusus yang mengairi tiap pohon anggur tidak kekurangan air. Sumur-sumur dengan daya serap tinggi ini sudah digali sedalam 700 sampai 900 kaki atau sekitar 213 hingga 274 meter dalamnya. Pembangunan 16 sumur tersebut juga akhirnya telah mendapatkan izin dari pihak pemerintah setempat.
Akibatnya, tak sedikit pihak yang merasa semua air tersedot hanya ke daerah kebun anggur ini saja. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah jika California tidak sedang mengalami krisis air. California juga bukan satu-satunya tempat Harvard menginvestasikan anggur. Investasi juga dilakukan di perkebunan anggur di Selandia Baru, Rumania, Latvia, Argentina, Brazil, Chili, Ekuador dan Panama.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN