Sangat sulit bagi astronot beradaptasi di luar angkasa, salah satunya di planet Mars. Suhu yang sangat rendah, badai debu, dan hanya memiliki sedikit atmosfer dapat membunuh seorang astronot jika tidak bisa bertahan hidup.
Hal yang harus dilakukan untuk bertahan hidup adalah makan. Tapi tidak semua makanan cocok untuk dimakan ketika sedang berada di luar angkasa. Chef Heidi Neilson dan Douglas Paulson berkolaborasi membuat makanan yang bisa dimakan ketika sedang berada di planet Mars.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangkrik, alga, dan jamur adalah contoh makanan yang dapat tumbuh seperti gulma dan hanya membutuhkan sedikit air. Makanan kering seperti kismis juga dianggap cocok. Diberi taburan bubuk keju untuk memberikan rasa dan rempah-rempah untuk memberikan aromanya.
Beberapa resep yang mereka buat berasal dari pemikiran bagaimana membuat makanan yang enak tapi dari sumber daya yang terbatas. Juga dapat menanamnya secara berlanjut yang mungkin dapat menciptakan sebuah ruang untuk dibudidayakan.
Tak sekedar menanam bahan makanan tetapi juga tentang menciptakan kompos yang dapat hidup di tanah yang terbatas namun bergizi.
Jika pandangan Neilson dan Paulson benar maka astronot di masa depan dapat mengonsumsi makanan yang bergizi di antariksa.
Menu khusus planet Mars bukanlah hasil resmi dari percobaan yang dilakukan oleh ilmuwan dan badan ruang angkasa. Ini hanyalah percobaan iseng yang dilakukan oleh chef Nielson dan Paulson dengan hasil yang berpotensi dapat mengembangkan masakan khusus luar angkasa.
Duo chef ini percaya bahwa masih banyak yang harus dipelajari dari penelitian masakan ini. Bukan sekedar hanya menjaga agar astronot tetap hidup yang bergantung pada bubuk jangkrik.
Hal ini membuat masyarakat memikirkan kerasnya hidup di Mars. Termasuk bagaimana pertanian dan makanan bisa berubah di muka bumi ini jika kita berhenti melakukan hal yang dapat merusak iklim.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN