Tahun Ini Banyuwangi Padukan Promosi Kuliner dalam 36 Festival Budaya da Alam

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Sabtu, 25 Apr 2015 07:00 WIB
Foto: detikfood
Jakarta - Sukses menggelar festival Sego Tempong dan buah lokal bulan lalu, kabupaten Banyuwangi pun sudah punya sejumlah agenda festival lain. Festival wayang kulit, jazz, perkusi, layang-layang hingga tumpeng dan kopi.

Kekayaan alam dan budaya kabupaten Banyuwangi membuat pemerintah daerah ini tak pernah kehabisan ide. Beragam festival sudah disusun dalam agenda tahunan. Terhitung 36 festival akan digelar hingga akhir tahun ini.

Sukses menerapkan konsep Smart City dalam tata kelola pemerintahan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun rajin mempromosikan potensi budaya daerahnya. Hal ini terlihat dari berbagai aspek budaya lokal yang diangkatnya dalam bentuk festival.

Termasuk promosi kuliner yang ditampilkan seperti festival Sgeo Tempong yang sukses digelar bulan lalu dan festival Ngopi sepuluh Ewu yang akan digelar bulan Oktober mendatang. Meskipun tak banyak festival khusus kuliner yang digelar bukan berarti promosi tidak dilakukan.

‘Kami tidak sering melakuan promosi khusus kuliner tetapi di setiap festival selalu kuliner dilibatkan. Karena jika orang berwisata selalu mencari makanan yang enak dan unik untuk dicicipi,’ demikian jelas bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada detikfood (24/4).

Sedangkan promosi kuliner keluar Banyuwangi untuk sementara tidak dilakukan. ‘Kami merasa promosi keluar Banyuwangi belum efektif. Mengingat akan banyak biaya untuk tim kami. Sementara hasilnya belum bisa diharapkan,’ jelas Bupati yang selalu aktif mempromosikan daerahnya dalam setiap kesempatan.

Selain sambal tempong yang pedas dan sedap, Banyuwangi dikenal denga rujak soto, pecel rawon, nasi cawok hingga durian merah dan cokelat yang enak. Setiap wisatawan yang singgah ke kabupaten ini tak pernah lupa mencicipi kuinikan kuliner kabupaten di ujung timur pulau Jawa ini.



(odi/odi)