Laporan dari Singapura

4 Kuliner Indonesia Kembali Sukses Memanjakan Lidah Pengunjung WSF Jamboree

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Minggu, 12 Apr 2015 07:41 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Siapa bilang orang asing tak suka rempah dan masakan Indonesia? Antrean pengunjung WSF Jamboree di stand Indonesia jadi bukti. Rasa pedas menggigit ayam Taliwang dan manis pedas gudeg disukai mereka.

Hal inilah yang terlihat dari melimpahnya pengunjung WSF Jamboree yang diprakarsai Makansutra Singapura. Kemarin (11/04) sejak pukul 13.00 pengunjung mengalir tanpa  henti hingga pukul 23.00.

Empat stand makanan Indonesia yang menampilkan kupat tahu Gempol, ayam Taliwang, Soto ayam Ambengan dan Gudeg Yu Nap kembali dipadati pengunjung. Limpahan pengunjung karena akhir pekan.

Menanggapi hal ini, William W Wongso selaku ahli kuliner yang sukses memperkenalkan makanan Indonesia di luar negeri pun, menyambut positif.

' Banyak orang menyukai dan merindukan makanan Indonesia yang autentik. Makanan Indonesia di Singapura kurang pas rasanya', demikian tuturnya kepada detikfood (10/04).

Menurutnya WSF Jamboree juga bisa menjadi sarana menjajaki bagaimana menghadirkan makanan Indonesia di luar negeri dengan peralatan dan mungkin bahan yang kurang lengkap.Sukses penjualan makanan Indonesia di arena World Street Food ini sekaligus membuktikan bahwa makanan Indonesia bisa disajikan dan diterima oleh orang asing.

Sedangkan menurut Arie Parikesit, pendiri Kelanarasa dan pemerhati makanan Indonesia, kesuksesan makanan Indonesia membuktikan citarasa asli makanan Indonesia disukai banyak orang di luar Indonesia.

'Kesukesan ini merupakan kerja sama dan dukungan banyak pihak. Penjaja kuliner, Makansutra Singapura, tim panitia dari Indonesia, Kecap Bango dan semua pencinta kuliner Indonesia,' demikian komentarnya saat dihubungi detikfood (10/4).

William W. Wongso yang juga hadir dalam WSF Congress berharap dalam WSFC yang akan datang akan ada kuliner autentik Indonesia yang hadir. Seperi babi guling Bali dan martabak terang bulan.

Sedangkan menurut Arie Parikesit, ayam tangkap khas Aceh, pisang ijo gado-gado Betawi dan nasi ayam Bali patut diperkenalkan ke ajang internasional seperti WSFC di tahun yang akan datang.

Pada pukul 21.00, 2 jam sebelum Jamboree ditutup, 4 stand makanan Indonesia sudah tutup. Rata-rata penjualan setiap stand makanan Indonesia mencapai 600 porsi lebih. Diharapkan di hari terakhir Jamboree hari ini (12/04) lebih banyak pengunjung datang.

Empat kuliner Indonesia yang tampil dalam WSF Jamboree kali ini adalah Soto Ambengan Pak Sadi, Ayam Taliwang Bersaudara, Kupat Tahu Gempol dan Gudeg Yu Nap. Tim kuliner Indonesia ini didukung sepenuhnya oleh PT Unilever Tbk. dengan produk legendarisnya Kecap Bango.



(odi/odi)
Load Komentar ...