Kuliner Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung Leipzig Book Fair

Kuliner Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung Leipzig Book Fair

Iin Yumiyanti - detikFood
Senin, 16 Mar 2015 10:21 WIB
Foto: Iin Yumiyanti
Jakarta - Selain buku cerita Indonesia, buku kuliner Indonesia juga menarik perhatian pengunjung Leipzig Book Fair yang berlangsung 12-15 Maret. Sisca Soewitomo penulis buku kuliner pun hadir memeriahkan pameran.
 
Hadir di stand buku Indonesia, Sisca Soewitomo, pakar kuliner Indonesia memperkenalkan beragam masakan Indonesia melalui tayangan video memasak. Pengunjungpun antusias menontonnya.

Sisca tidak melakukan demo masak langsung karena tidak memungkinkan melakukan demo di pameran buku. Namun Sisca memutarkan video bagaimana memasak sup merah marinara dan masakan Indonesia lainnya.

Sejumlah warga Jerman yang datang ke stand Indonesia di Leipzig Book Fair, Minggu (15/3/2015) menyimak pemaparan Sisca dengan penuh antusias. Mereka tertawa saat penulis 125 buku kuliner Indonesia itu memeragakan cara mengulek bumbu.
 
Sambil mengulek bumbu, Sisca menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan yang lucu. Pengunjungpun dipersilakan mencium aroma wangi bumbu Indonesia yang dihaluskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pada dasarnya ada tiga bumbu dasar dalam masakan Indonesia. Mudah dibedakan berdasarkan warnanya yakni merah, kuning dan putih.

Bumbu merah berasal dari pemakaian cabe. Kuning dari kunyit dan putih yang terdiri dari bawang, merah dan kemiri. "Bumbu kuning bisa dibuat sup dan panggang. Semuanya enak," kata Sisca.

Pesohor boga itu juga mengatakan tidak pernah menambahkan penyedap rasa buatan ke dalam masakannya. "Saya tambahkan garam, gula dan merica saja," kata Sisca yang menjadi presenter ‘Rahasia Ibu Masak ‘di Rajawali TV itu.

Buku-buku Sisca ikut dipamerkan di Leipzig Book Fair 2015. Semuanya tentang masakan Indonesia tradisional dan modern. Juga beragam buku kue-kue Indonesia.

Salah seorang warga Jerman yang datang menonton Sisca. Hendrik, mengaku suka memasak makanan Indonesia. Ia memasak bakmi goreng, gado-gado dan sate hanya dengan melihat dari YouTube. "Sayangnya susah mencari bahan bumbunya di sini," kata Hendrik.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads