Inilah 10 Mitos Makanan yang Dipercaya Saat Tahun Baru Imlek (2)

Hidangan Imlek​

Inilah 10 Mitos Makanan yang Dipercaya Saat Tahun Baru Imlek (2)

Maya Safira - detikFood
Selasa, 17 Feb 2015 12:22 WIB
Inilah 10 Mitos Makanan yang Dipercaya Saat Tahun Baru Imlek (2)
Foto: icbali
Jakarta - ​Makanan menjadi bagian penting dalam tradisi Imlek.
​Tak sekedar enak dan istimewa. Makanan juga dapat memberikan keberuntungan di tahun baru. Namun ada pula makanan yang dihindari agar tidak membawa nasib buruk.

 
​Buah jeruk, ikan dan mie wajib disajikan karena makanan ini punya simbol kebaikan. Demikian juga dengan beberapa makanan enak ini.​

1. Vegetarian

Foto: Wikipedia
Menu sayuran jadi hidangan favorit saat tahun​ b​aru Imlek. Makanan ini terkadang disebut Vegetarian’s Delight, Jai atau Buddhist’s Delight. Pastikan banyak memakai jenis sayuran berakar (root vegetable). Untuk menambah keberuntungan di tahun baru, gunakan black moss (fat choy) untuk menarik kekayaan, biji teratai untuk kesuburan dan rebung untuk kekuatan sekaligus umur panjang. Bahan lainnya yang umum dipakai adalah tiger lily buds, kurma merah (jujube), bok choy, jamur kuping dan water chestnut.

2. Makanan putih

Foto: Getty Images
Meskipun terkadang ada pemakaian tofu pada resep makanan Imlek, namun penyajian bahan makanan berwarna putih dianggap membawa sial selama 15 hari perayaan. Putih melambangkan nasib buruk, kerugian, berkabung hingga kematian.

3. Prosperity tray

Foto: icbali
Prosperity tray saat Imlek biasanya menggunakan wadah heksagonal atau bulat untuk menempatkan delapan variasi manisan tradisional. Angka delapan melambangkan kemakmuran. Sedangkan tiap manisan mempunyai simbol masing-masing.

Delapan makanan manis tersebut antara lain manisan melon (kesehatan yang baik), kelapa (kebersamaan), kumquat (kemakmuran), lychee nut (ikatan keluarga), longan (kesuburan), biji teratai (keluarga besar), kacang tanah (umur panjang), dan biji melon merah (kebahagiaan).

Camilan ini ditawarkan ke anak-anak dan tamu. Jika orang dewasa mengambil manisan dari wadah, ia menggantinya dengan amplop merah (Lai See) berisi uang untuk keberuntungan. Jumlah hadiah biasanya berakhir pada bilangan genap, seringkali angka delapan.

4. Ikan

Foto: icbali
Sesuai tradisi, ikan disajikan utuh pada malam tahun baru Imlek dan disimpan setengahnya untuk keesokan hari. Dalam huruf Cina, kata ikan mirip dengan kata untuk “limpahan”.  Sehingga menyimpan separuh ikan untuk konsumsi nantinya menyimbolkan kelimpahan di masa depan. Dalam budaya Tiongkok, sebaiknya belilah ikan sesegar mungkin. Pilih ikan yang bermata jernih, bersih dan tidak amis.

Sama seperti ayam, ikan juga disajikan secara utuh bersama ekor dan kepala. Badan ikan melambangkan keutuhan keluarga atau kebersamaan. Jika ada tamu, tempatkan ikan menghadap mereka untuk menunjukkan rasa hormat dan penyambutan.

5. Bubur

Foto: Getty Images
Bubur tidak boleh disajikan saat tahun baru Imlek. Makanan ini dianggap melambangkan kemiskinan. Sehingga orang tidak mau mengawali tahun baru dengan bubur karena dianggap pertanda buruk. Meski begitu, nasi harus dimasak sebagai makanan pertama saat tahun baru. Ini sebagai harapan keluarganya menjadi kaya pada tahun mendatang.
Halaman 2 dari 6
(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads