Inilah 10 Mitos Makanan yang Dipercaya Saat Tahun Baru Imlek (1)

Hidangan Imlek

Inilah 10 Mitos Makanan yang Dipercaya Saat Tahun Baru Imlek (1)

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Selasa, 17 Feb 2015 11:55 WIB
Inilah 10 Mitos Makanan yang Dipercaya Saat Tahun Baru Imlek (1)
Foto: Getty Images
Jakarta - ​Perayaan ​t​ahun b​aru Imlek kaya akan perpaduan simbol, tradisi dan kepercayaan. Dengan warisan budaya lebih dari 5000 tahun, perayaan Imlek penuh dengan mitos yang masih dipercaya hingga kini. Termasuk pada pilihan makanan yang dikonsumsi saat Imlek.

Ada makanan yang dipercaya membawa kemakmuran atau justru membuat sial. Inilah beberapa mitos makanan saat
​perayaan​ Imlek yang masih dipercaya hingga kini.​

1. Jeruk

Foto: Getty Images
Simbol makanan yang paling sering ditemui saat Imlek adalah jeruk. Buah ini melambangkan kekayaan dan menjadi simbol keberuntungan, Keterkaitan muncul karena adanya kesamaan pada huruf Cina untuk jeruk dan emas. Selain itu, jeruk juga memiliki warna cerah yang berasosiasi dengan nasib baik. Jika masih ada batang dan daun yang menempel pada jeruk, ini melambangkan kesuburan.

Saat Imlek, jeruk dipakai sebagai dekorasi dan hadiah bagi kerabat atau teman, Terkadang pohon kecil jeruk juga diletakkan di rumah. Saat memberikan buah untuk hadiah, gunakanlah kedua belah tangan. Merupakan hal sopan bagi penerima untuk menolaknya ketika pertama ditawarkan, sehingga pemberi harus terus berusaha menawarkannya.

Disamping jeruk, buah melon dan pomelo (seperti jeruk Bali) melambangkan keluarga dalam tradisi Tiongkok. Ini menjadi perwujudan harapan bahwa keluarganya akan tetap besar dan utuh. Pomelo juga melambangkan kelimpahan.

2. Mie

Foto: Getty Images
Mie merupakan makanan yang akrab dalam budaya Tingkok sejak berabad lalu, termasuk pada perayaan Imlek. Mie yang disajikan saat imlek tidak boleh dipotong. Panjangnya mie melambagkan umur panjang yang baik. Meski pun menyantapnya mungkin jadi sedikit berantakan.

3. Ayam

Foto: newyorksocialdiary
Ayam utuh merupakan sajian populer saat Imlek. Sebab ayam tersebut melambangkan kebersamaan dan kelahiran kembali. Ini menjadi simbol keluarga dan bisa juga menandakan persatuan serta kemakmuran sebagai sebuah kelompok. Untuk memastikan simbolnya sempurna, ayam direbus atau kukus dengan kaki dan kepala sebagai wujud persatuan. Sajian ayam utuh bisa dipersembahkan juga pada nenek moyang untuk menunjukkan rasa hormat.

4. Dumpling

Foto: Getty Images
Tradisi Imlek populer dalam keluarga adalah merebus dumpling (jiaozi). Dumpling dapat diisi dengan sayuran seperti kol dan daun bawang. Kemudian diberi tambahan daging babi atau udang, Jika ingin mengkuti tradisi Imlek, ajak keluarga berpartisipasi dalam pembuatan dumpling danselipkan sebuah koin pada dumpling. Bila orang yang mendapatkannya tidak mengalami kerusakan gigi akibat koin, maka ia ditakdirkan mendapat tahun yang sangat beruntung.

5. Delima

Foto: Getty Images
Delima juga menjadi pelengkap Imlek. Buah yang penuh biji ini melambangkan kesuburan. Sedangkan warnanya yang merah terang merepresentasi kebahagiaan dan pengusiran terhadap roh-roh jahat.
Halaman 2 dari 6
(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads