Cukup Menelan Pil Khayalan Ini Tubuh Ramping Dalam Sekejap Tanpa Berdiet

Cukup Menelan Pil Khayalan Ini Tubuh Ramping Dalam Sekejap Tanpa Berdiet

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Senin, 09 Feb 2015 19:21 WIB
npr.org
Jakarta -

Semakin hari, nampaknya semakin banyak orang yang tidak percaya dengan bentuk tubuhnya dan ingin mengurangi berat badan. Hal itu terbukti dengan banyaknya diet-diet yang semakin unik dan beragam, seperti diet selfie dan diet puasa.

Tetapi benarkah diet-diet tersebut efektif ? Terkadang, godaan makanan yang lezat membuat kita tak mampu menahan nafsu makan. Hal ini ​malahan membuat kita semakin banyak menumpuk kalori. Membaca keadaan tersebut, tim peneliti dari Salk Institute menciptakan pil “sakti” yang membuat tubuh kita berpikir kita mengonsumsi kalori. P​adahal sebenarnya pil itu berkerja di dalam tubuh kita untuk membakar​ kalori!

Fexaramine, nama pil pertama ​yang ​diperkenalkan oleh Ronald Evans, direktur Salk's Gene Expression Laboratory. Jadi, apa sebenarnya kelebihan dari pil ini? Bukankah itu berarti pil ini sama saja dengan pil penurun berat badan lain yang dijual di pasaran?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ronalds Evans, pil ini berbeda dengan pil yang lain karena pil ini tidak akan​ larut dalam darah, melainkan larut dalam usus. Pil yang disebut-sebut Evans sebagai “pil khayalan” ini akan bekerja seperti halnya Anda mengonsumsi banyak makanan. N​amun bedanya justru pada saat tubuh mengira sedang mengonsumsi banyak makanan itulah, pil itu sedang membersihkan kalori dari dalam tubuh dan menyimpannya.

Tetapi, tujuan utama dari pil ini untuk mengatasi diabetes, penyakit hati​, dan obesitas yang makin tinggi di​
​Amerika Serikat. Penelitian mereka juga terpusat pada FXR, yaitu protein yang memegang peran bagaimana asam empedu dilepaskan dari hati, mencerna makanan, serta menyimpan lemak dan gula.

Di Amerika saja, tercatat sepertiga orang dewasa mengalami obesitas dan 29,1 juta orang mengalami diabetes. Untuk itulah, Evans dan timnya membuat fexaramine yang sudah lebih dulu diujicobakan kepada tikus. Selama penelitian, tikus yang mengonsumsi fexaramine selama lima minggu terbukti berhenti bertambah berat badannya, berkurang kadar lemaknya, dan berkurang kadar gula darahnya, serta tingkat kolesterol yang stabil dibandingkan tikus tanpa perawatan.

Walaupun begitu, Evans menyarankan pil ini dikonsumsi dengan pengawasan dokter dan dibarengi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.

(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads