Program ini resmi akan dijalankan pada 17 Februari nanti, tetapi Starbucks sendiri sudah mulai mengumumkan hal ini dari sekarang. Santan dalam bentuk minuman ini bisa dibuat sebagai minuman panas atau dingin, dan dikemas dalam kemasan kertas tahan air berwarna hijau.
Tetapi, mengapa Starbucks lebih memilih santan daripada susu almond yang juga populer? Ternyata, santan dinilai ramah lingkungan karena populasi kelapa masih begitu banyak di dunia. Selain itu, santan juga dapat dipakai oleh orang dengan diet Paleo, vegetarian, dan yang paling penting adalah bebas laktosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya lagi, Starbucks menambahkan label “Sumatra” pada kemasannya. Belum ada penjelasan lebih lanjut tentang nama ini. Namun produk yang bernama lengkap Sumatra Coconut "Milk Beverage with Coconut Water from Concentrate" ini sudah santer terdengar di sosial media seantero Amerika Serikat. Bukan tak mungkin produk ini akan beredar di pasar Indonesia juga.
Kini cokelat panas instan ada dimana-mana. Tradisi menikmati cokelat dengan racikan cokelat yang lebih banyak dan sedikit gula kembali menjadi tren.
Kafe-kafe yang menyajikan cokelat panas dipadu dengan rempah juga mulai banyak. Tren ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para chocolate connoisseur, sebutan bagi para ahli peracik cokelat.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN