Starbucks Perkenalkan Santan Siap Minum dengan Label "Sumatra"

Starbucks Perkenalkan Santan Siap Minum dengan Label "Sumatra"

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Senin, 09 Feb 2015 14:06 WIB
Foto: grubstreet.com
Jakarta - Susu sapi tidak hanya menimbulkan alergi, tetapi juga dapat mengakibatkan peradangan serius bagi ​yang alergi​.​ K​arena itulah, Starbucks berinisiatif untuk memproduksi santan, sebagai alternatif susu sapi yang juga kaya nutrisi.

Program ini resmi akan dijalankan pada 17 Februari nanti, tetapi Starbucks sendiri sudah mulai mengumumkan hal ini dari sekarang. Santan dalam bentuk minuman ini bisa dibuat sebagai minuman panas atau dingin, dan dikemas dalam kemasan kertas tahan air berwarna hijau.

Tetapi, mengapa Starbucks lebih memilih santan daripada susu almond yang juga populer? Ternyata, santan dinilai ramah lingkungan karena populasi kelapa masih begitu banyak di dunia. Selain itu, santan juga dapat dipakai oleh orang dengan diet Paleo, vegetarian, dan yang paling penting adalah bebas laktosa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuan Starbucks membuat produk ini memang untuk menawarkan produk yang sehat. Tetapi, tak sedikit juga banyak orang yang menyelidiki produk ini lewat akun Reddit dan b​erkomentar ​bahwa produk ini sebenarnya isinya tak lebih dari air, krim kelapa, banyak gula, dan emulsifier​ atau pengental​.

Uniknya lagi, Starbucks menambahkan label “Sumatra” pada kemasannya. Belum ada penjelasan lebih lanjut tentang ​nama ini.​ ​N​amun produk yang bernama lengkap Sumatra Coconut ​"​Milk Beverage with Coconut Water from Concentrate" ini sudah santer terdengar di sosial media seantero Amerika Serikat. Bukan tak mungkin produk ini akan ​beredar di​ pasar Indonesia juga​.​
 
Kini cokelat panas instan ada dimana-mana. Tradisi menikmati cokelat dengan racikan cokelat yang lebih banyak dan sedikit gula kembali menjadi tren.
 
Kafe-kafe yang menyajikan cokelat panas dipadu dengan rempah juga mulai banyak. Tren ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para chocolate connoisseur, sebutan bagi para ahli peracik cokelat.

(msa/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads