Restoran di Singapura Ini akan Gunakan Drone untuk Antar Makanan ke Meja Tamu

Restoran di Singapura Ini akan Gunakan Drone untuk Antar Makanan ke Meja Tamu

Maya Safira - detikFood
Minggu, 08 Feb 2015 12:24 WIB
Foto: Timbre Group // Reuters
Jakarta - Sebuah jaringan restoran di Singapura baru-baru ini menunjukkan penggunaan drone helikopter untuk mengantar makanan dan minuman. Drone membawa pesanan langsung dari dapur menuju meja pengunjung.

Timbre, live music bar dan restoran, akan mengerahkan kendaraan udara tak berawak (UAV) untuk mempermudah karyawannya. Restoran Timbre bekerjasama dengan start-up Singapura, Infinium-Serve yang menawarkan UAV dan sistem kontrol terpusat canggih dikenal dengan Intelligent Robotic Swarming (IR-Swarming).

Berlangsung di Timbre @ The Substation, pihak Timbre mendemonstrasikan penggunaan drone pada Kamis (05/02). Robot Infinium-Serve ini mengantarkan orange juice dan makanan seperti smoked salmon dari dapur ke area makan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara kerja drone ini cukup unik. Setelah chef menyiapkan makanan, hidangan di tempatkan pada drone. Chef memasukan nomor meja pada layar docking station. Robot lalu menavigasi sendiri jalan ke meja tujuan. Namun seorang pelayan tetap akan mengambil makanan dan minuman dari drone untuk dibawa ke atas meja pelanggan.

Drone dilengkapi algoritma anti-tabrakan untuk memungkinkan operator mengontrol seluruh drone terbang dalam formasi di lingkungan terbatas. Keberadaan sensor inframerah juga bisa membantu drone menghindari hambatan yang ada atau manusia.

Menurut Edward Chia, managing director Timbre Group, pemakaian drone membuat pengunjung mendapatkan makanan lebih segar dan cepat. Selain itu, staf di sana pun bisa lebih meningkatkan interaksi dengan pelanggan dan layanan secara keseluruhan.

"Kami mengalami kendala besar tenaga kerja karena ada penyesuaian baru-baru ini untuk kebijakan tenaga kerja asing. Dan banyak restoran di Singapura menghadapi kekurangan staf," tutur Edward seperti dilansir dari IBTimes UK (06/02/2015).

Edward menyadari pengantaran makanan dari dapur ke meja pelanggan menghabiskan banyak waktu. Ini juga bisa mempengaruhi pengalaman makan pelanggan.

"Jika saya pergi ke salah satu restoran saya, saya tidak dapat menemukan pramusaji, karena mereka sibuk mondar-mandir dari dapur dan bar ke meja pelanggan, dan kemudian berlari kembali melakukan hal yang sama," tambah Edward.

Rencananya lima lokasi Timbre akan menggunakan drone sebagai fitur permanen restoran. Diharapkan drone mulai beroperasi setidaknya di satu cabang pada akhir tahun ini.

Terkait peraturan, Singapura saat ini memiliki aturan penggunaan UAV mencakup penggunaan di luar ruangan seperti banyak negara barat. Belum ada aturan bagaimana penggunaan drone di dalam ruangan. Akan tetapi pemerintah Singapura mendukung langkah peningkatan produktivitas. Bahkan Edward menyampaikan bahwa pemerintahlah yang memperkenalkan mereka pada pengembang drone.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads