Tahun ini produksi anggur diperkirakan antara 5,2-5,4 juta hektoliter. Walau tergolong rendah, volume tersebut masih lebih baik dibanding pada 2013.
Tahun lalu hujan es yang disertai angin ribut merusak banyak tanaman anggur sehingga hanya menghasilkan 3,8 hektoliter anggur. Angka ini menjadi yang terendah sejak 1991.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, kerugian tersebut hanya dirasakan pada wine yang diedarkan dengan cepat di pasaran seperti rose wine serta Cotes de Bordeaux. Namun, tampaknya kerugian tersebut akan terus dirasakan selama 2015 sampai wine yang butuh waktu pematangan lebih lama siap dijual.
"Jika panen 2014 seburuk saat 2013, seluruh jaringan wine akan merasakan bencana. Bukan cuma produsen, tapi juga pedagang dan semua yang berada dalam jaringan," kata Farges.
Meski volume anggur pada 2014 tak begitu banyak, melimpahnya sinar matahari bisa membawa keuntungan bagi wine yang akan dihasilkan.
Suhu di Bordeaux saat ini 2,2 derajat lebih tinggi daripada rata-rata pada bulan September dan 2,6 derajat lebih tinggi daripada Oktober. Suhu tersebut merupakan yang tertinggi dalam 20 tahun.
"Semua wine jadi mendapat manfaatnya. Panen seperti ini sangat langka," kata Farges, seperti ditulis AFP (17/12/2014).
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN