PBB Pangkas Bantuan Voucher Makanan untuk Masyarakat Suriah

PBB Pangkas Bantuan Voucher Makanan untuk Masyarakat Suriah

- detikFood
Selasa, 02 Des 2014 19:23 WIB
Foto: PBB
Jakarta - Menyusul masalah keuangan PBB memutuskan untuk menghentikan bantuan makanan untuk operasi besar. Bantuan yang dihentikan adalah program voucher yang membantu 1,7 juta pengungsi Suriah di negara tetangga.

Penundaan oleh World Food Program adalah pemangkasan dana paling drastis oleh penyedia bantuan darurat pada krisis Suriah yang berlangsung selama 4 tahun. Tindakan ini berpengaruh pada ancaman kelaparan karena pengungsi di Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, dan Turki menerima kartu voucher yang berfungsi sebagai debit untuk membeli makanan di supermarket lokal.

"Penundaan bantuan makanan WFP akan membahayakan kesehatan dan keamanan pengungsi dan secara potensial menimbulkan tekanan lebih panjang, ketidakstabilan, dan ketidakamanan di negara tersebut,” Ertharin Cousin, Executive Director WFP kepada New York Times (02/12/2014).
 
Organisasi seperti WFP biasanya secara rutin meminta uang pada beberapa negara lebih banyak untuk menangani konflik Suriah, Afrika, dan Ukraina. Tapi ini sangat tidak biasa untuk organisasi bantuan besar membatalkan langsung bantuan operasi besar.
 
Emilia Casella, juru bicara WFP menyatakan ia menolak usulan yang mengutarakan bahwa pembatalan bantuan ini adalah salah dari para donor yang gagal memberikan sumbangan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amerika Serikat memberi 125 juta dollar (Rp 1,5 triliun) minggu lalu, 70 juta dollar (Rp 859 miliar) untuk menutupi voucher di November, dan 55 juta dollar (Rp 67 miliar) untuk mendukung pengiriman makanan ke empat juta jiwa di Suriah hingga akhir tahun.

Tapi, agensi menyatakan mereka butuh 64 juta dollar untuk mendukung bantuan voucher pada bulan Desember. Bantuan ke Suriah akan berhenti di bulan Februari jika tidak menerima bantuan biaya tambahan.
 
Ini bukan pertama kalinya WFP mengurangi bantuan karena krisis budget. Dua minggu lalu, organisasi tersebut menurunkan bantuan untuk 500.000 pengungsi di Kenya karena ketidak stabilan situasi di Somalia dan Sudan.

Pada bulan September untuk memperpanjang program voucher mereka memotong setengah nilai voucher yang bernilai 15 hingga 45 dollar (Rp 184.000-552.000) per bulan tergantung negaranya.

Untuk menanggapi angka bencana dan konflik yang bertambah, International Red Cross minggu lalu meminta dukungan untuk budget tahun 2015 yang lebih tinggi 25 persen. Agen PBB dan partner internasional mereka akan mempresentasikan permintaan untuk dana operasi di Suriah dan Irak bulan ini.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads