Penundaan oleh World Food Program adalah pemangkasan dana paling drastis oleh penyedia bantuan darurat pada krisis Suriah yang berlangsung selama 4 tahun. Tindakan ini berpengaruh pada ancaman kelaparan karena pengungsi di Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, dan Turki menerima kartu voucher yang berfungsi sebagai debit untuk membeli makanan di supermarket lokal.
"Penundaan bantuan makanan WFP akan membahayakan kesehatan dan keamanan pengungsi dan secara potensial menimbulkan tekanan lebih panjang, ketidakstabilan, dan ketidakamanan di negara tersebut,â Ertharin Cousin, Executive Director WFP kepada New York Times (02/12/2014).
Â
Organisasi seperti WFP biasanya secara rutin meminta uang pada beberapa negara lebih banyak untuk menangani konflik Suriah, Afrika, dan Ukraina. Tapi ini sangat tidak biasa untuk organisasi bantuan besar membatalkan langsung bantuan operasi besar.
Â
Emilia Casella, juru bicara WFP menyatakan ia menolak usulan yang mengutarakan bahwa pembatalan bantuan ini adalah salah dari para donor yang gagal memberikan sumbangan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, agensi menyatakan mereka butuh 64 juta dollar untuk mendukung bantuan voucher pada bulan Desember. Bantuan ke Suriah akan berhenti di bulan Februari jika tidak menerima bantuan biaya tambahan.
Â
Ini bukan pertama kalinya WFP mengurangi bantuan karena krisis budget. Dua minggu lalu, organisasi tersebut menurunkan bantuan untuk 500.000 pengungsi di Kenya karena ketidak stabilan situasi di Somalia dan Sudan.
Pada bulan September untuk memperpanjang program voucher mereka memotong setengah nilai voucher yang bernilai 15 hingga 45 dollar (Rp 184.000-552.000) per bulan tergantung negaranya.
Untuk menanggapi angka bencana dan konflik yang bertambah, International Red Cross minggu lalu meminta dukungan untuk budget tahun 2015 yang lebih tinggi 25 persen. Agen PBB dan partner internasional mereka akan mempresentasikan permintaan untuk dana operasi di Suriah dan Irak bulan ini.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN