'Intel Cook Off - The Power of Ingredients' Tunjukkan Kualitas Prosesor Melalui Kompetisi Masak

'Intel Cook Off - The Power of Ingredients' Tunjukkan Kualitas Prosesor Melalui Kompetisi Masak

- detikFood
Jumat, 17 Okt 2014 09:43 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Perusahaan teknologi Intel mengajak konsumen lebih memahami peran 'bahan-bahan' teknologi dalam komputer tablet melalui kompetisi memasak. Intel ingin menunjukkan kualitas prosesor lebih penting dibandingkan kuantitas pada perangkat mobile berbasis Intel Atom.

Untuk pertama kalinya, Intel mengadakan tantangan memasak "Intel Cook Off - The Power of Ingredients" pada Rabu (15/10) bersama chef Yuda Bustara.​

Bertempat di Gourmet World Jakarta, acara ini menjadi bagian dari kampanye Performance Matters untuk memperlihatkan kualitas 'bahan-bahan' yang ada dalam ​komputer ​tablet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menu yang diperlombakan adalah spaghetti carbonara. Tiga kelompok jurnalis diminta mencari resep masakan melalui tablet berprosesor Intel yang tersedia di tiap meja. Kemudian perwakilan tiap kelompok mulai berbelanja bahan masakan selama 5 menit di supermarket lantai 1 Gourmet World.

Setelah berbelanja, para peserta memulai proses memasak yang diberi waktu 45 menit. Mulai dari merebus spaghetti, memotong smoked beef, mengocok kuning telur, hingga menumis seluruh bahan. Chef Yuda Bustara kemudian menilai hasilnya. Grup nomer dua pun dipilih sebagai pemenang.

Chef Yuda lalu melakukan demo masak membuat spaghetti carbonara yang tepat. Tak seperti peserta yang menggunakan banyak bahan, chef Yuda hanya memakai 7 bahan untuk spaghetti buatannya. Bahan terdiri dari spaghetti, bawang putih, telur, keju parmesan, peterseli, minyak zaitun, dan smoked beef.

Terkait teknologi, chef Yuda mengatakan kehadiran teknologi sangat membantu chef dalam mengolah masakan.

"Teknologi memegang peran sangat besar. Misalnya pakai tablet untuk mencari resep atau bahan penting dalam masakan. Kalau tanpa tablet jadi tidak ada petunjuk," tutur chef Yuda.
 
Chef Yuda juga menambahkan saat memasak kualitas lebih penting daripada kuantitas. Contohnya spaghetti carbonara yang rasanya lezat dapat dibuat hanya dengan memakai 7 bahan.

Kegiatan memasak dijadikan analogi oleh Intel untuk menjelaskan mengapa kualitas prosesor lebih penting daripada kuantitas core yang dalam prosesor. Sebab sebagian besar performa dan kemampuan perangkat tablet ditentukan dari kualitas prosesor bukan dari banyaknya jumlah core.

"Kombinasi bahan terbaik, teknik masak dan presentasi makanan membuat sajian jadi enak. Ini sama seperti tablet. Pengalaman pemakai sama seperti apa yang ada dalam hidangan," tutur Dhyoti R. Basuki selaku Head of Public Relations Intel Indonesia.

Dhyoti mengatakan kualitas prosesor yang baik dapat membantu melakukan aktifitas sehari-hari secara lebih cepat dan mudah. Jika prosesor tidak mumpuni pengguna pun tidak bisa multitasking.

Pada kesempatan ini dijelaskan juga bagaimana performa, daya tahan baterai, tampilan visual dan grafis, serta teknologi 64-bit dari tablet berbasis prosesor Intel Atom seperti Speed UP, Asus dan Advan.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads