Perdue, produsen besar yang memproduksi ayam di Amerika Serikat, telah mengurangi penggunaan antibiotik. Ini merupakan langkah maju dalam sebuah industri. Karena mengonsumsi ayam yang mengandung antibiotik dapat menimbulkan resistensi antibiotik yang dapat timbulkan masalah besar untuk kesehatan.
Jika seseorang mengonsumsi antibiotik, kemungkinan bakteri dapat berkembang biak. Penggunaan secara berkala dengan dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan jumlah bakteri yang kebal terhadap antibiotik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdue Farms memang belum menghilangkan probiotik secara penuh. Akan tetapi mereka telah mengurangi atau menghilangkan beberapa penggunaan antibiotik dalam operasinya. Menurut Stewart Brown selaku Executive dari Perdue Farms, perusahaan sedang mencari cara-cara baru untuk menjaga agar ayam tetap sehat dengan pemberian probiotik.
Probiotik merupakan 'bakteri baik' yang dapat mendesak keluar mikroba berbahaya yang dapat membuat ayam sakit.
“Awalnya kami skeptis tentang probiotik. Delapan tahun yang lalu, saya mengatakan bahwa probiotik tidak bekerja optimal pada unggas. Akan tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa ayam yang mendapat probiotik dapat tumbuh dengan sehat,” tutur Brown.
Dirinya menolak untuk mengatakan dengan tepat produk apa yang digunakan oleh perusahaan. Akan tetapi ia menyebutkan beberapa jenis probiotik yang dapat diberikan pada unggas termasuk Enterococcus, Lactobacillus dan Bifidobacterium.
Akan tetapi ada efek samping dari pemberian probiotik yaitu ayam tumbuh pada tingkat yang lebih lambat. Hal ini memang meningkatkan biaya pemeliharaan yang lebih besar tapi Perdue terus menghasilkan ayam dengan cara ini asalkan konsumen bersedia untuk membayar sedikit tambahan.
Di pasaran, ayam jenis probiotik memang lebih mahal akan tetapi tekstur daging ayamnya lebih bersih dan tidak berbau lemak. Rasanyapun lebih empuk dan tidak timbulkan bau anyir.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN