Perpaduan Serasi Baby Octopus dengan Balvenie Whisky oleh Matt Basile

- detikFood Selasa, 23 Sep 2014 17:55 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Selama ini, mungkin Anda menitikkan air liur melihat Matt Basile di layar kaca menyajikan street food. Namun, beberapa orang beruntung di Jakarta kemarin dapat merasakan langsung racikan pria yang dijuluki 'Fidel Gastro' ini!

Di TV, pria ini sibuk berkeliling dengan food trucknya untuk mencicipi jajanan pinggir jalan (street food) di Amerika Utara. Namun kemarin malam, ia menjamu para undangan di sebuah restoran di Kuningan. Matt Basile alias Fidel Gastro hadir di Jakarta!

Senin (22/09/2014), restoran Bacco di Lotte Shopping Avenue Jakarta dipenuhi para undangan yang sudah tak sabar mencicipi kreasi Basile. Pria asal Toronto, Kanada ini terbang ke Indonesia sebagai bagian dari tur 'Matt Basile's Kitchen Revolution' di Asia untuk mempromosikan acara 'Rebel Without A Kitchen' season 2. Ia menyajikan makan malam lima sajian serta berdemo masak.

Acara bersantap diawali dengan salad 'Octopus with Fennel and Blood Orange'. Baby octopus yang kenyal diberi bumbu campuran hoisin dan kecap asin, lalu disajikan di atas irisan fennel serta daging buah jeruk sunkist dan blood orange.

Di atasnya diberi wijen, daun fennel, dan irisan kulit jeruk, kemudian dituangi sirop gula. "Saya juga menambahkan caper yang saya goreng dengan tepung beras," jelas Basile sambil menata hidangan tersebut.

Salad ini disajikan bersama segelas mungil whisky 'The Balvenie 21 Years Old Portwood'. "Asam dari jeruk dan fennel, pahit dari blood orange, serta asin dari caper terasa kontras dengan whisky yang manis," ujar Matthew Fergusson-Stewart, Brand Ambassador William Grant & Son untuk Asia Tenggara yang juga hadir di acara ini.

Sebagai appetizer, Basile menyiapkan 'Salsa Verde Grilled Beef Hearts'. "Karena jantung sapi sulit dicari di sini, saya menggantinya dengan hati ayam," kata Basile. Hati ayam digoreng tepung dan ditusuk seperti satai, disajikan di atas salsa tomat hijau yang halus dan potongan radish.

Hati ayam yang gurih empuk di dalam dan renyah di luar diseimbangkan dengan salsa yang asam. Whisky 'The Balvenie 12 Years Old Doublewood' pun membantu menetralkan rasa gurih yang tertinggal di mulut.

Hidangan berikutnya yang cukup banyak difavoritkan adalah 'Lamb Zoupa and Bread'. Sajian ini bukanlah zuppa soup, melainkan sup sayuran dan pasta yang diberi bola-bola daging domba dengan taburan keju. Dua potong roti menjadi pelengkapnya.

Aroma gurih keju langsung menggugah selera. Daging domba giling yang dibulatkan tak rapat terasa empuk sedikit padat saat digigit. Kuah kaldunya yang hangat semakin menguatkan rasa gurih keju dan daging domba.

Sup yang juga berisi daun rapini serta potongan mungil wortel dan batang seledri ini terasa seperti comfort food. Pasta orecchiette di dalam sup serta tambahan rotinya membuat hidangan ini terasa cukup mengenyangkan.

"Di antara hidangan lain yang saya sajikan hari ini, inilah yang paling spesial karena sering saya buat di rumah untuk disantap bersama keluarga," tutur Basile.

Sebagai hidangan utama, tersedia 'Moroccan Beef Tenderloin with Marian Sauce and Pistachios with Edamame Mash' sebagai salah satu pilihan. Daging tenderloin yang tebal terasa lembut karena dimasak sampai tingkat kematangan medium-rare dengan bumbu cokelat mengilat yang terasa gurih.

Ada sengatan Sichuan pepper saat menyantap steak ini. Kentang lumat yang biasanya menemani steak diganti dengan edamame (kedelai muda) lumat dan taburan kacang pistachio yang dicincang kasar untuk menambahkan tekstur renyah.

Selain steak tadi, para undangan juga bisa memilih 'Salt and Vinegar Prawns with Pickled Cipolini Onions and Trinity Sauce'. Tersedia pula opsi vegetarian yakni 'Roasted Spicy Cauliflower with Yogurt and Fennel Pollen'.

Sandwich favorit Elvis Presley yang terdiri dari selai kacang, pisang, dan baconpun diinterpretasikan Basile menjadi 'Elvis In A Jar'. Di dalam botol selai, Basile menyusun krim yang dikocok bersama selai kacang di atas potongan pisang dan potongan French toast dengan sirop maple.

Bagian atasnya ditaburi remahan macaron yang manis renyah. Menurut Fergusson-Stewart, dessert ini cocok dipadukan dengan whisky 'The Balvenie 17 Years Old Peated Cask' yang manis dengan aroma smoky.

Tepuk tangan meriah bergema di Bacco sebagai penghargaan terhadap masakan Basile yang terasa cocok di lidah. Tos dengan gelas berisi whiskypun mengakhiri penampilan Basile di Jakarta.

(fit/odi)