Suster Doris, Biarawati Pembuat Bir Eksklusif dari Mallersdorf

Suster Doris, Biarawati Pembuat Bir Eksklusif dari Mallersdorf

- detikFood
Jumat, 19 Sep 2014 18:44 WIB
Foto: CNN
Jakarta - Wanita ini mendobrak stereotip industri bir tradisional bahwa pria membuat bir dan wanita bertugas sebagai pelayan. Perempuan ini adalah ahli pembuat bir bersertifikasi. Dan ia adalah seorang biarawati.

Perempuan tersebut dikenal dengan panggilan 'Suster Doris'. Ia telah membuat bir selama lebih dari 40 tahun di Mallersdorf, gereja tua dari abad ke-12 di dataran tinggi Bavaria, Jerman.

Di Bavaria, hanya sedikit wanita yang membuat bir. Selain itu masih ada anggapan bahwa wanita tak suka minum bir. Menurut CNN (22/08/2014), asosiasi perdagangan bir regionalpun sama sekali tak melibatkan wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti di kebanyakan biara, dulu Gereja Mallersdorf menjadi magnet para peziarah. Mereka membutuhkan air untuk minum, namun pasokan air dari sungai dan sumur tak terjamin kebersihannya.

Bir adalah salah satu dari sedikit minuman yang aman dikonsumsi di Abad Pertengahan. Pembuatan birpun secara bertahap menjadi lahan sampingan penting bagi biara di seluruh Eropa. Dipelopori Mallersdorf, kemudian muncul beberapa brewery (tempat produksi bir) lain.

Yang membedakan Mallersdorf dari brewery gereja lain yang masih bertahan adalah Suster Doris. Ialah satu-satunya biarawati pembuat bir yang tersisa di seluruh Eropa.

Di hari membuat bir, ia dibebastugaskan dari doa pagi dan pergi ke tempat produksi bir pukul 03:30. Ia akan membuat bir vollbier (lager) berwarna tembaga, bir zoigl yang berwarna gelap, bir dopplebock yang tenang, atau bir maibock yang seperti menyembur di mulut, tergantung musimnya.

Suster Katolik biasanya berdoa dan melakukan pelayanan. Namun Suster Doris berbeda. Ia mengenakan kerudung namun membuat bir, mewarisi pekerjaan seorang suster yang telah mengoperasikan brewery ini sejak tahun 1930-an.

"Membuat bir adalah pekerjaan wanita," kata Suster Doris yang telah mengambil alih brewery tersebut sejak tahun 1975. Menurut Doris, pembuat bir wanita umum ditemui di Abad Pertengahan. Ia bangga Bavaria utara memiliki pembuat bir wanita terbanyak di Jerman.

Ada kepercayaan bahwa semakin kecil brewery, semakin dekat produsennya dengan proses pembuatan bir, semakin enak birnya. Suster Doris membuktikan hal ini.

Mallersdorf beroperasi di tempat indah yang terisolasi, jauh dari pusat pembuatan bir di Munich, Bamberg, Hamburg, dan Berlin. Jika dilihat volume, skala produksi, efisiensi, bujet iklan, atau ukuran lainnya, brewery gereja ini 100% kuno.

Suster Doris hanya membuat 3.000 hektoliter bir setahun. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan raksasa bir Coors and Anheuser-Busch/InBev yang bisa membuat bir dalam jumlah sama dalam waktu delapan menit saja. Bir buatan Suster Dorispun tak diekspor dan hanya bisa didapatkan di Bavaria timur.

Meski memiliki pembuat bir ikonik seperti Suster Doris dan bir yang kaya karakter, Mallersdorf tampaknya tak tertarik memperbesar brewerynya.

Turis internasional yang ingin mencicipi racikan Suster Dorispun tak mudah mendapatkannya. Sebab, infrastruktur di area sekitar belum berkembang. Brewery ini juga tak memiliki website maupun nomor telepon, dan tak ada penawaran tur ke brewery tersebut.

Namun, jika Anda berhasil sampai ke Gereja Mallersdorf, Anda bisa mencoba bir buatan Suster Doris di kedai bir gereja yang dijalankan oleh Renate und Heinz Bauer.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads