Skandal Minyak Daur Ulang, Taiwan Berkomitmen Perbaiki Keamanan Pangan

Skandal Minyak Daur Ulang, Taiwan Berkomitmen Perbaiki Keamanan Pangan

- detikFood
Jumat, 12 Sep 2014 09:56 WIB
Foto: chinapost // taipeitimes
Jakarta - Belum lama ini skandal minyak dari limbah terjadi di Taiwan. Sejak skandal terjadi, banyak restoran dan toko kue merasakan dampaknya. Untuk itu, Taiwan ingin memperbaiki kembali keamanan pangan.

Masyarakat semakin cemas karena beberapa produk minyak limbah itu dijual dengan sertifikasi aman. Karenanya mereka menuntut adanya perbaikan sistem keamanan pangan Taiwan.

Di Taiwan, tes laboratorium makanan dan investigasi ad hoc kondisi pabrik dilakukan oleh biro pembangunan industri dari pemerintah beserta laboratoriumnya. Hasil tes kemudian dikirim ke Taiwan Food Good Manufacturing Practice Development Association, sebuah badan industri yang mengeluarkan sertifikat mutu suatu produk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami perlu meningkatkan proses sertifikasi dan mendapatkan kembali kepercayaan publik,” tutur Bonnie Sun Pan, kepala asosiasi, seperti dilansir dari The Wall Street Journal (11/09/2014).

Bonnies juga menyampaikan bahwa asosiasi sedang mempertimbangkan pengetatan kriteria untuk sertifikasi. Saat ini sertifikasi mutu dapat dikeluarkan bahkan ketika hanya satu produk produsen tertentu lulus tes yang relevan. Nantinya mungkin sertifikasi didapat ketika semua produk produsen itu dianggap lulus.
 
Sekitar 500 pekerja keamanan pangan pemerintah sudah ditarik untuk mengatur industri makanan dan minuman yang terdiri dari 300 perusahaan. Pemerintah diharapkan dapat bertanggung jawab secara penuh dengan membuat mekanisme efektif dalam memonitor isu keamanan pangan.

Perdana Menteri Taiwan, Jiang Yi-huah, mengatakan bahwa ia sedang mengkaji apakah sistem yang sudah ada selama 25 tahun ini harus dihapuskan atau ditingkatkan. Misalnya dengan memasukkan lebih banyak perwakilan perlindungan konsumen atau meningkatkan pemeriksaan ad hoc pabrik.

Skandal minyak daur ulang sendiri memang memberikan efek signifikan pada penjual makanan di Taiwan. Salah satunya adalah Leechi, toko kue dan souvenir terkenal yang mendapatkan kemarahan konsumen. Toko kue pun kemudian melakukan pengembalian uang konsumen.

Leechi termasuk dalam ratusan restoran dan bakery yang ditemukan memakai minyak goreng di bawah standar itu untuk berbagai dessert dan makanannya. Mereka membeli minyak dari perusahaan Chang Guann, tanpa tahu kualitas minyaknya. Menurut senior pastry chef di Leechi, tampaknya akan sulit untuk mengembalikan reputasi mereka kembali.

Tak hanya di Taiwan, skandal juga meluas sampai ke Hong Kong. Maxim’s, sebuah jaringan restoran besar di Hong Kong yang juga mengoperasikan Starbucks, menarik roti nanas di restorannya karena memakai minyak babi (lard oil) dari Chang Guann.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads