Coca-Cola Menyetujui Penggunanan Logo Peringatan pada Kemasan

Coca-Cola Menyetujui Penggunanan Logo Peringatan pada Kemasan

- detikFood
Senin, 08 Sep 2014 16:15 WIB
Foto: The Guardian
Jakarta - Coca-Cola menyetujui penggunanan label peringatan yang mengindikasi kandungan garam dan gula tinggi pada kemasannya di Inggris. Langkah ini dilakukan menyusul himbauan dari pemerintah Inggris dan permintaan dari para konsumen.

Label baru ini akan ditampilkan pada kesaman Coca-Cola pada tahun depan selama enam bulan pertama. Sistem logo akan berbentuk seperti lampu lalu lintas yang menggunakan warna merah, kuning, dan hijau untuk mengidentifikasi apakah produk tersebut mengandung garam, gula, dan lemak dalam jumlah tinggi, medium, atau rendah.

Dalam kemasan terdapat juga angka untuk menunjukkan berapa banyak porsi produksi yang menjadi batas rekomendasi konsumsi. Perusahaan menyatakan pemakaian label baru ini konsisten dengan komitmen untuk meyediakan informasi nutrisi pada konsumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama beberapa tahun ini, Coca-Cola dan merek minuman ringan lainnya tidak menyetujui pemakaian label dengan kode berwarna. Tapi, hal ini semakin bergeser melihat banyak masyarakat yang lebih menyukai Diet Coke dan Coke Zero dibanding versi original dengan 100 persen gula.

β€œKami mempertimbangkan dengan seksama rencana ini saat mulai diluncurkan tahun lalu tapi kami memutuskan dengan sistem GDA (guidline daily amount) yang menampilkan satu warna yang telah dicoba dan diuji di Eropa,” tutur Jon Woods selaku general manager Coca-Cola di Inggris dan Irlandia.

Menteri Kesehatan Publik menyambut positif langkah Coca-Cola ini. Cara ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mengurangi risiko obesitas masyarakat Inggris yang semakin mengkhawtirkan.

Dikutip dalam Beverage Daily (08/09/2014) Departemen Kesehatan Inggris sebelumnya mengungkapkan proposal label nutrisi di depan kemasan pada Juni 2013 setelah berkonsultasi dengan masyarakat dan produsen makanan serta minuman.

β€œSaya senang Coca-Cola Inggris mengaplikasikan label nutrisi di depan kemasan. Hal tersebut bisa membantu konsumen mengambil keputusan lebih baik dan memicu gaya hidup lebih sehat. Kami ingin masyarakat mempunyai informasi yang konsisten dan jelas mengenai makanan dan minuman yang mereka konsumsi,” tutur Janes Ellison selaku Mentri Kesehatan Publik kepada Daily Mail (08/09/2014).

Pemakaian label secara sukarela ini juga mendukung rezim bernama Responsibility Deal yang dikepalai oleh Dr. Susan Jebb. Lewat keputusan tersebut, perusahaan tersebut dianggap melakukan tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads