Gunakan Nama Facebook, Restoran di Vietnam Ini Terancam Kena Tuntutan Hukum

- detikFood Sabtu, 30 Agu 2014 10:57 WIB
Foto: GanhHonViet // thanhniennews Foto: GanhHonViet // thanhniennews
Jakarta - Facebook mengancam akan menggugat sebuah restoran di kota Ho Chi Minh, Vietnam karena menggunakan namanya. Restoran Nang Ganh memiliki slogan dalam bahasa Vietnam yang berarti "Restoran pertama yang dibangun di Facebook".

Nguyen Thi Thanh Nhan, pemilik restoran di jalan Tran Quoc Thao Distrik 3 itu, mengatakan bahwa slogannya tidak berarti bahwa Facebook terlibat langsung dalam pendirian atau pengoperasiannya.

"Saya mengajak orang lain untuk berinvestasi di restoran ini lewat Facebook. Saya pilih slogan itu sebagai bentuk penghormatan pada pengguna Facebook tersebut," tuturnya seperti dilansir dari Thanh Nien News (27/08/2014).

Awalnya Nhan berjualan makanan secara online pada tahun 2011 dan ternyata cepat mendapat keuntungan. Iapun ingin membuka restoran dengan mengajak orang berinvestasi lewat Facebook.

Nhan berhasil mengumpulkan $30.000 (Rp 351 juta) dari 160 orang dengan menuliskan rencana bisnisnya dalam jaringan sosial itu. Proposalnya mendapat 100 tanggapan dalam semalam. Ia berhasil membuka restoran Nang Ganh tahun lalu dengan pinjaman dan uang simpanannya. Sebagai penghargaan, ia memakai kata "Facebook" dalam slogan.

Tenyata slogannya menarik perhatian Facebook. Pada 13 Agustus lalu Nhan mendapat surat dari firma hukum BMVN. Firma itu merupakan perwakilan hukum Facebook di Vietnam. Nhan dituduh menyalahgunakan kekayaan intelektual kliennya.

Materi promosi yang digunakan restoran Nang Ganh dianggap berisiko membingungkan konsumen. Pelanggan dapat meyakini bahwa Facebook Inc telah menawarkan sponsor atau pengakuan terhadap restoran itu. Bila ada sesuatu yang terjadi pada restoran, Facebookpun dapat terkena dampaknya.

"Penggunaan merek dagang Facebook dapat dianggap suatu pelanggaran hak kekayaan intelektual dan persaingan seperti yang didefinisikan dalam hukum kekayaan intelektual Vietnam," sebut perwakilan Facebook.

BMVN meminta Nang Ganh menarik slogan yang mengandung kata "Facebook" itu dan menggantinya. Firma hukum ini memberi batasan sampai 15 September 2014 bagi restoran untuk menjawab atau menghadapi proses hukum.

Nhan mengaku sangat terkejut dan malu karena surat itu sebab ia tidak berniat melanggar hak kekayaan intelektual Facebook. Nhan mengatakan ia dapat menderita kerugian sebesar $9.400 (Rp 110 juta) bila mengganti slogan yang telah tercetak di berbagai media promosi.

(fit/odi)