Seperti diberitakan CNN (14/08/2014), kemarau di Brazil mengganggu panen kopi Arabika, jenis kopi paling populer di dunia. Akibatnya, harga kopi naik 58% dalam 12 bulan. Hal ini memaksa perusahaan kopi juga menaikkan harga.
Juni lalu Starbucks mengatakan bahwa harga produknya akan naik rata-rata 5-20%, tergantung pesanan dan tempat membelinya. JM Smucker, produsen selai kacang dan produk makanan lain, juga menaikkan harga sebanyak 9% untuk kopi Folgers dan Dunkin' Donuts yang dijual di supermarket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Keurig, keputusan ini adalah respons langsung dari meningkatnya harga kopi, termasuk naiknya harga kopi hijau sebanyak hampir 55%. Perusahaan ini mengklaim membeli sebagian besar kopinya dari produsen organik dan perdagangan bebas.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN