Bertempat di kedai One Fifteenth Coffee Jakarta Selasa (05/08/14) pagi, Morph Coffee menggelar 'The Coffee Connection'. Di acara ini Arief Said dan Andrew Tang sebagai pemilik Morph Coffee memberi informasi mengenai seluk-beluk kopi.
Kemampuan Arief dan Andrew di bidang kopi sudah terbukti lewat kejuaraan barista internasional yang mereka ikuti sebagai peserta maupun juri. Pada akhir tahun 2012, mereka membangun Morph Coffee dengan semangat mengubah (morph) persepsi umum yang kurang tepat mengenai kopi.
"Orang-orang selalu menganggap bahwa kopi itu pahit sehingga perlu ditambahi gula. Padahal, tanpa gulapun, kopi bisa manis," kata Arief. Agar tahu rasa manisnya, ia menambahkan, kopi membutuhkan rasa asam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang ingin diubah oleh Morph Coffee adalah kecenderungan orang Indonesia untuk memilih kopi dengan karakteristik rasa 'aman' seperti cokelat. Padahal, kopi juga bisa bercitarasa asam buah, rempah, dan sebagainya.
"Kalau minum kopi yang fruity, mereka bilang 'asam!' dan tak suka. Kami ingin mengubahnya pelan-pelan dengan memenangkan hati konsumen terlebih dahulu. Kami memulai dengan kopi bercita rasa aman tapi mengajak konsumen untuk tak menambahkan gula. Perlahan-lahan kami memperkenalkan rasa yang lebih beragam," jelas Andrew kepada Detikfood.
Contohnya apel fuji, apel hijau, dan apel merah. Ketiganya sama-sama apel, namun memiliki karakter berbeda. Apel hijau misalnya asam dan renyah, apel merah manis dan lembut, sementara apel fuji asam-manis dan renyah.
"Begitu pula dengan biji kopi. Masing-masing memiliki ciri khas, di antaranya dipengaruhi nutrisi pada tanah tempat pohon ditanam, bibit pohon kopi, dan pupuk yang digunakan. Bahkan satu kebun bisa menghasilkan tiga jenis biji kopi berbeda," ujar Andrew.
Salah satu hal yang berkaitan erat dengan cita rasa adalah aroma. Arief mengajak para undangan memakan strawberrry segar dengan menutup hidung. Tanpa indra penciuman, kita hanya bisa merasakan asam tanpa mengetahui bahwa itu strawberry. Barulah setelah kita membuka hidung kembali, aroma khas strawberry terdeteksi.
Hal yang sama berlaku pada kopi. Para wartawan berkesempatan membandingkan citarasa dua gelas latte berbeda. Pada gelas pertama, muncul rasa seperti susu cokelat. Rupanya kopi ini campuran 30% kopi Dolok Sanggul dari Sumatera, 40% kopi Java Ciwidey, dan 30% kopi Aromanis dari Jawa Barat. Kombinasi ini jadi salah satu minuman khas di menu One Fifteenth Coffee.
Sementara itu pada gelas kedua lamat-lamat muncul rasa pisang. Rupanya kopi tersebut 100% kopi Aromanis. Aroma ini ditentukan dengan proses pemanggangan biji kopi yang diumpamakan Arief seperti steak.
"Steak bisa dimasak rare, medium, sampai well-done. Namun daging sapi tertentu seperti daging sapi Kobe sebaiknya tak dimasak well-done. Biji kopipun memiliki roast profile tersendiri," urai Arief.
Selain ingin mengubah persepsi tentang kopi, Morph Coffee juga berusaha mempertahankan cita rasa asli biji kopi dan menerjemahkannya dalam secangkir minuman kopi. Arief dan Andrew juga ingin membagikan antusiasme mereka terhadap kopi dengan orang lain.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN