Alpukat dan Selai Kacang Jadi Makanan Wajib Tim Amerika Serikat

Kuliner Piala Dunia

Alpukat dan Selai Kacang Jadi Makanan Wajib Tim Amerika Serikat

- detikFood
Selasa, 17 Jun 2014 13:10 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kecuali latihan rutin, tim yang berlaga di Piala Dunia juga menyantap hidangan lezat kaya nutrisi yang disiapkan tim chef. Tak main- main, faktor suhu hingga kebutuhan energi menjadi penting dalan diet khusus anggota tim.

Walaupun bertanding di negara yang mempunyai keragaman kuliner, tim sepakbola beberapa negara tak ingin lepas dari makanan tradisional mereka. Hal itu yang menjadi tugas tim ahli nutrisi dan tim chef dari Amerika Serikat dan Italia untuk menyiapkan hidangan comfort food yang tetap kaya nutrisi.

“Pasta adalah hidangan pemberi energi dan sebelum pertandingan kami menyajikan pasta (putih), tomat (merah) dan minyak zaitun extra virgin (hijau) yang ketiga warnanya melambangkan bendera Italia,” tutur Elisabetta Orsi selaku ahli nutrisi Italia kepada Associated Press (17/06/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim chef kedua negara tersebut merencanakan hidangan secara seksama. Beberapa faktor utama yang dipertimbangkan antara lain ketersediaan buah dan sayuran segar dan kebutuhan nutrisi masing- masing pemain.

Jauh sebelum tim Amerika Serikat terbang ke Brazil bulan ini, chef Bryson Billapando dan ahli diet Danielle LaFata mengunjungi dapur dan memeriksa pilihan makanan. Walaupun tim Amerika mempunyai tim chef khusus di Afrika Selatan empat tahun lalu, ini adalah pertama kalinya ada tim chef terlibat dan memimpin tim hingga turnamen.

Langkah ini dilakukan karena pelatih Jurgen Klinsmann menyukai sayuran segar dan organik serta hidangan yang dibumbui herba dan rempah. Sekitar 80-90 persen hidangan yang disajikan dibuat sendiri. Bahan makanan yang wajib antara lain alpukat, oatmeal, dan selai kacang. Setiap hidangan ada dua hidangan sayuran dengan dua warna, jus, dan salad.

Di negara yang terkenal dengan cocktail Caipirinha ini, Danielle LaFata menyiapkan 'spa water' berisi herba dan potongan buah. Minuman tersebut diperbanyak karena tim Amerika terlalu banyak meneguk jus. Konsumsi kopi hanya diperbolehkan tiga cangkir sehari. Danielle juga menekankan hubungan konsumsi minuman dengan asupan kalori pemain.

“Saya membuat minuman sebelum latihan untuk pemberi energi lalu secara pribadi meracik smoothies bagi masing- masing pemain setelah latihan berdasarkan berat tubuh dan berapa lama latihan yang ia jalani,” ujar Danielle.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads