Racun dalam Leci Segar Diduga Sebabkan Kematian Anak di India

Racun dalam Leci Segar Diduga Sebabkan Kematian Anak di India

- detikFood
Senin, 16 Jun 2014 09:50 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jika ingin memakan leci, pastikan buah tersebut sudah masak. Sempat terjadi beberapa waktu lalu, kini konsumsi leci mentah kembali diduga menyebabkan infeksi virus mematikan di distrik Malda, Bengal Barat, India.

Antara 3-7 Juni, setidaknya tujuh anak dilaporkan meninggal dunia setelah dilarikan ke Malda Medical College and Hospital (MMCH). Menurut Menteri Kesehatan Bengal Barat Chandrima Bhattacharya, kematian ini disebabkan oleh racun dalam leci mentah. Sejauh ini, racun tersebut tak ditemukan di leci matang.

"Kebanyakan anak dibawa dalam kondisi sangat akut. Namun, tak ada yang salah dengan perawatan di rumah sakit. Saya mohon masyarakat tidak mengonsumsi leci yang belum masak dan menjauhkannya terutama dari anak-anak," ujar Bhattacharya saat konferensi pers, seperti dilansir NDTV Cooks (11/06/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim medis sudah mengambil sampel darah dan kotoran korban dan mengirimkannya ke laboratorium untuk menentukan organisme apa yang menyebabkan kejadian fatal ini.

Menurut dokter di MMCH, anak-anak tersebut meninggal karena pembengkakan otak (encephalitis). Mereka tiba-tiba demam, kejang, dan meninggal dunia dalam waktu 5-6 jam sejak gejala terlihat.

Menurut Pemimpin Oposisi Surjya Kanta Mishra yang menjadi pernah menteri kesehatan, kasus serupa pernah dilaporkan ketika ia menjabat. Namun saat itu penyebabnya adalah karena pestisida di batang pohon leci. "Saya mohon pemerintah meminta pendapat ahli sehingga kita bisa memastikan alasan dibalik tragedi ini," katanya.

Insiden serupa pernah terjadi di daerah penghasil leci di distrik Muzaffarpur, Bihar. Pada 2011, 47 anak meninggal dunia akibat sindrom encephalitis akut (AES) dan angkanya meningkat empat kali lipat pada 2012.

Sejauh ini, sampel yang telah dikirimkan terbukti negatif untuk encephalitis Jepang (JE), chikungunya, dan virus dengue. Tes lanjutan akan dilakukan, sementara sampel dari Bengal juga sudah dikirimkan untuk memastikan hubungan antara kasus kematian yang terjadi di dua wilayah tersebut.

"Kami menduga itu adalah virus karena tersebar di area kecil. Bagaimanapun juga, kami baru bisa memastikannya setelah mendapat hasil akhir dalam 7-10 hari. Hanya dengan begitulah kita bisa menentukan apakah leci adalah penyebab utama masalah ini," tutur Rahman, asisten profesor di Calcutta School of Tropical Medicine.

Diduga, racun tersebut adalah methylenecyclopropyl-glycine (MCPG) yang menguras cadangan glukosa dalam tubuh. Kondisi ini lebih fatal bagi anak-anak yang kekurangan gizi dan memicu kematian akibat encephalitis.

MCPG yang ditemukan dalam biji leci mengacaukan metabolisme asam lemak dan memicu AES. Anak-anak bergizi cukup tak terpengaruh karena penyimpanan glikogen di hati mereka memadai untuk menjaga kadar glukosa normal, sehingga tak memicu glukoneogenesis.

Menanggapi besarnya jumlah kematian yang diduga encephalitis di India, Menteri Kesehatan Harsh Vardhan telah meminta pemerintah menargetkan 100% imunisasi untuk anak-anak.

Sebelumnya di daerah penghasil leci di Vietnam dan Bangladesh, kematian serupa juga pernah dilaporkan saat musim panen leci. Penyelidik di Vietnam menduga hal ini disebabkan virus misterius, sedangkan Bangladesh menuduh pestisida sebagai biangnya.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads