Perang Dunia Pertama terjadi hampir satu abad lalu. Dalam menyambut 100 tahun Perang Dunia 1, dua buah biskuit dari perang tersebut dilelang di Suffolk, Inggris. Biskuit berlabel "Biscuits used by troops in Sulva Bay" akan dilelang oleh Lockdales pada tanggal 19 Juni.
Camilan ransum itu diyakini milik Letnan Lionel Bruce Charles. Dia membawa biskuit ke Inggris setelah berjuang dari pertempuran Gallipoli dan Dardanelles di Turki melawan Kekaisaran Ottoman. Salah satu biskuit bertuliskan "Gallipoli" dan satu lagi "Dardenelles". Keduanya berasal dari bulan Agustus 1915.
Penawaran lelang dari biskuit yang telah terjaga selama 99 tahun akan dibuka dengan harga Β£60 (Rp 1,1 juta). Namun Lockdale berharap kedua biskuit mendapat penawaran lebih tinggi saat peringatan Perang Dunia I.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biskuit ransum tentara Inggris terkenal sangat keras seperti batu. Saking kerasnya, ada tentara menjadikannya bingkai foto. Biskuit yang hanya terbuat dari tepung, garam, dan air itu dapat bertahan lama sampai-sampai beberapa di antaranya masih bertahan utuh sejak Perang Dunia 1.
Saat bertugas, tentara akan mencelupnya dalam teh atau meremukkan ke makanan rebusan karena sulitnya mengigit biskuit ini.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN