MITI Adakan 'Go Pangan Lokal ' 2014 untuk Kampanyekan Pangan Lokal Indonesia

- detikFood Jumat, 16 Mei 2014 15:57 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Restoran waralaba asing kini membuka banyak cabang di kota-kota besar. Hal ini membuat permintaan akan produk lokal semakin berkurang. Dengan acara Go Pangan Lokal di harapkan masyarakat dapat lebih mencintai produk pangan lokal asli Indonesia.

Di awal tahun 2013 Masyarakat Ilmuwan dan teknologi Indonesia membuat sebuah riset mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli pada konsumen waralaba restoran lokal dan juga asing. Riset ini dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta dengan melibatkan 500 responden.

Hasil analisis data dari tim Kajian MITI memperlihatkan bahwa frekuensi kunjungan responden restoran waralaba lokal yang lebih dari lima kali dalam sebulan hanya 38,4 persen sedangkan responden waralaba asing yang berkunjung lebih dari lima kali sebulan sebanyak 72,4 persen.

Jika dilihat dari hasil analisis ini, restoran waralaba asing memiliki pelanggan lebih banyak dibandingkan dengan waralaba lokal. Temuan ini sejalan dengan realita yang ada sekarang yakni bisnis franchise restoran asing yang lebih bergeliat dibanding waralaba lokal. Hal ini karena mereka memiliki konsumen yang lebih loyal.

Temuan riset ini secara tidak langsung menggambarkan kecenderungan masyarakat yang lebih memilih pangan asing dibandingkan lokal. Padahal, sistem pangan lokal memberikan beberapa keunggulan dibanding pasar konvensional dan global termasuk manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan. Pembelian produk lokal dapat memperkuat perekonomian regional, mendukung ketahanan keluarga dan menyediakan makanan sehat.

Dari hasil riset tersebut, MITI menggalakkan kampanye Go Pangan Lokal yang mengajak masyarakat kembali mencintai pangan lokal khas Indonesia. Gerakan ini dilakukan melalui media sosial dan kampanye di jalan untuk mengajak masyarakat mengonsumsi dan membeli produk dari produsen baik pengusaha dan UKM yang memiliki basis pangan lokal untuk menuju Indonesia mandiri.

Dari rilis yang diterima detikfood (14/05/2014), kampanye Go Pangan Lokal MITI akan dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional yaitu pada hari Minggu, 18 Mei 2014 yang akan diadakan serentak di 9 kota besar di Indonesia. Meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Jambi, Makassar dan Samarinda.

Go Pangan Lokal 2014 berkerja sama dengan berbagai lembaga untuk mendukung pangan lokal seperti kementrian Pertanian RI, Edukasi Gizi, Dinas Pertanian Daerah dan lembaga lainnya. Selain itu, kampanye Go Pangan Lokal juga didukung oleh berbagai media daerah.

Kampanye Go Pangan Lokal juga bekerjasama secara masif dengan Unit Kegiatan Mahasiswa dari berbagai Universitas besar di Indonesia Seperti Institut Pertanian Bogor, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta, Institut Teknologi Bandung dan universitas besar lainnya.

Diharapkan dapat menjadi sarana penyadaran masyarakat untuk kembali mencintai pangan lokal khas Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, MITI berharap dapat berkontribusi dalam usaha perwujudan kedaulatan pangen Indonesia. Peduli pangan lokal untuk membangun daya saing dan kedaulatan pangan Indonesia.

(dni/odi)