Harga Pangan di Selandia Baru Terus Meningkat Sejak April

Harga Pangan di Selandia Baru Terus Meningkat Sejak April

- detikFood
Rabu, 14 Mei 2014 07:28 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Harga pangan di Selandia Baru naik sejak bulan April. Produk susu dan telur yang jadi kebutuhan poko termasuk dalam peningkatan ini. Meskipun ada inflasi, namun dolar Selandia Baru tetap mengendalikan harga impor.

Menurut Statistics New Zealand, indeks harga makanan naik 0,6 persen pada bulan April menyusul penurunan 0,3 persen pada bulan Maret. Harga makanan naik 1,5 persen pada basis tahunan dimana terjadi percepatan dari 1,2 persen pada bulan Maret dengan kelima komponen indeks meningkat tahun ini.

Kenaikan bulanan dipicu karena adanya peningkatan satu persen dari harga bahan pangan. Sedangkan susu, keju dan telur naik 1,4 persen. Adapun roti, sereal, gula, kacang-kacangan dan makanan ringan naik satu persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk basis tahunan, harga bahan pangan naik satu persen. Susu, keju dan telur memberi kontribusi terbesar yaitu naik 6,7 persen pada kenaikan 28 persen harga mentega.

"Rendahnya tingkat inflasi harga pangan, bersama dengan efek tingginya nilai dolar Selandia Baru pada area lain dari inflasi perdagangan, berkontribusi pada inflasi secara keseluruhan. Kami berharap tekanan kenaikan inflasi akan menjadi lebih jelas tahun depan ketika pengaruh tingginya dolar Selandia Baru berkurang, aktivitas ekonomi menguat dan menyokong naiknya dasar inflasi," sebut Christina Leung, ASB economist, seperti dilansir dari TVNZ (13/05/2014).

Harga daging, unggas, dan ikan sendiri naik 0,9 persen pada bulan April dan 2,6 persen sepanjang tahun ini. Buah dan sayuran naik 0,4 persen pada April terutama saat musim tomat dan stroberi, serta naik 0,9 persen selama tahun 2014.

Harga makanan restoran dan makanan siap saji naik 0,3 persen bulan lalu dan meningkat 2,2 persen pada basis tahunan. Sedangkan harga minuman non alkohol turun 0,8 persen di bulan April namun untuk tahunan naik 1,6 persen. Adapun harga kopi dan teh naik tiga persen.

(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads