Cronut dicetak dengan dua cetakan berbentuk cincin. Cetakan besar dipakai untuk mencetak lingkaran luar Cronut, sementara lubangnya dicetak dengan cincin kecil. Sisa adonan yang terambil oleh cincin kecil ini biasanya dibuang karena tak terpakai.
Namun, Ansel berhasil meminimalisir limbah dapur sekaligus memberikan kejutan manis bagi para pelanggan toko kuenya. Ia menggoreng adonan dari lubang Cronut lalu memberinya topping Cronut yang banyak difavoritkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelanggan tetap dapat menikmati tekstur Cronut yang renyah dan berlapis-lapis dengan balutan gula pasir dan glaze di permukaannya. Namun, yang ini tanpa custard di tengahnya seperti Cronut biasa. Bentuknyapun bundar dengan ukuran sekali lahap!
Sebenarnya bukan kali ini saja Ansel memanfaatkan lubang Cronut. Pada September 2013, lubang Cronut dijual bersama custard dingin menjadi hidangan bernama Cronut Hole Concrete. Dessert ini dijual dalam jumlah terbatas di restoran Shake Shack untuk penggalangan dana sosial.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN