Pekerja Resto Cepat Saji dari Berbagai Negara Tuntut Kenaikan Upah

Pekerja Resto Cepat Saji dari Berbagai Negara Tuntut Kenaikan Upah

- detikFood
Senin, 12 Mei 2014 11:06 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Rabu (07/05/2014), para karyawan restoran cepat saji dari seluruh dunia berkumpul di New York, Amerika Serikat menuntut kenaikan upah dan hak kerja. Mereka mengumumkan akan mogok kerja di 150 kota di AS dan di 33 negara.

Seperti dilansir AFP (07/05/2014), para pekerja untuk pertama kalinya berkumpul di bawah bendera perserikatan dagang internasional. Mereka sepakat melakukan gerakan pada 15 Mei mendatang.

"Pekerja dari puluhan negara di enam benua mengumumkan mereka mengikuti gerakan ini demi upah yang lebih tinggi dan hak kerja di restoran seperti McDonald's, Burger King, Wendy's, dan KFC," ujar penyelenggara. Sekitar 70 orang pendemo internasional berkumpul di luar gerai McDonald's di Manhattan untuk mendengar pengumuman tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di AS, karyawan restoran cepat saji menuntut upah $15 (Rp 173.100) per jam, dua kali lipat lebih upah minimum federal yang diterapkan di banyak jaringan restoran cepat saji, yakni $7,25 (Rp 83.600).

"Orang-orang berkumpul. Inilah waktunya perubahan," kata Elizabeth Rene (24 tahun), karyawan McDonald's. Tanggal 15 nanti ia akan berpartisipasi dalam demo ketiganya dalam 2,5 tahun terakhir. Sekitar 200 pekerja di restoran cepat saji yang memulai protes di New York pada akhir 2012 kini tersebar ke lebih dari 100 kota di AS.

"Kami mengalami tantangan, masalah, dan usaha yang sama. Kami akan terus berjuang sampai tujuan kami tercapai," kata Massimo Fratini, koordinator International Union of Food, Agricultural, Hotel, Restaurant, Catering, Tobacco and Allied Workers' Associations. Lembaga tersebut mewakili 396 bangsa dan 12 juta pekerja di 126 negara.

Beberapa kegiatan yang direncanakan pada Kamis ini adalah protes di 30 gerai McDonald's di Jepang, unjuk rasa di lima negara bagian Brazil dan di seluruh Maroko, serta mogok kerja di Venice, Roma, dan Milan, Italia.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads