Calon PM India Nyatakan Anti Perdagangan Daging Sapi, Industri Daging Terancam

Calon PM India Nyatakan Anti Perdagangan Daging Sapi, Industri Daging Terancam

- detikFood
Senin, 05 Mei 2014 12:14 WIB
Foto: BBC
Jakarta - Seorang kandidat perdana menteri (PM) India memrotes ekspor daging sapi dari negara tersebut karena bertentangan dengan keyakinan umat Hindu yang menyucikan hewan ini. Industri daging sapi Indiapun terancam.

Di India, gedung-gedung besar tak terpakai jadi tempat bernaung para sapi. Orang-orang Hindu datang untuk memberinya makan tebu, rumput, atau roti, lalu berdoa kepada mereka.

"Kami percaya ribuan dewa Hindu bersemayam dalam sapi. Karena itulah, kami memberi mereka makan setiap hari. Arwah para leluhur memberkati kami lewat sapi-sapi ini. Bagaimana bisa seseorang terpikir untuk membunuh mereka dan mengambil keuntungan darinya?" ujar Jagriti Chadha, seorang ibu rumah tangga yang sudah berpuluh-puluh tahun mencari berkah dari sapi, kepada BBC (04/05/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ironis, India adalah salah satu pengekspor daging sapi terbesar di dunia yang menyumbang sekitar 20% dari pasokan global. Meski yang diekspor adalah daging kerbau yang juga disebut 'daging sapi' secara internasional, konsumsi dan penjualannya selalu memicu perdebatan politik dan agama yang sengit.

Setengah populasi kerbau di dunia ada di India. Setiap tahun, negara ini menjual sekitar US$ 3,2 miliar (Rp 36,85 triliun) daging kerbau ke lebih dari 65 negara. Permintaan akan daging kerbau yang lebih rendah lemak dan lebih murah dari daging sapi juga meningkat.

Perusahaan seperti Al Saqib Exports yang mengolah daging sapi sesuai standar halal sukses mengekspor ke pasar Asia Barat dan Afrika Utara. Sang direktur, Saqib Akhlaq, mengaku memiliki lima pabrik pengolahan dan sedang membangun dua rumah potong lagi demi memenuhi tingginya permintaan.

"Daging sapi India berkualitas sangat baik dan dapat dibandingkan dengan daging dari Brazil. Jadi, kami berharap bisa segera mengekspor ke lebih banyak negara. Kami mendapat harga yang sangat bagus," kata Akhlaq.

Tak hanya di luar negeri, permintaan akan daging kerbau di India sendiri juga meninggi, terutama di wilayah-wilayah urban. Seorang penjual kebab di Nizammudin, Delhi, yang telah berjualan selama berpuluh-puluh tahun, melihat peningkatan permintaan kebab dan beef roll dari anak-anak muda.

Sementara para eksportir mengeruk untung, industri daging yang menjanjikan ini masih menuai kritik. Masalah tersebut sering disinggung dalam pidato pemilihan partai oposisi utama, Bharatiya Janata Party (BJP).

Narendra Modi, calon PM dari partai nasionalis Hindu tersebut, ingin menghentikan perdagangan daging sapi. Dalam pidatonya, ia menyebutnya sebagai 'revolusi merah jambu' India. Hal ini merisaukan para pedagang, meski belum ada yang berani berbicara terang-terangan.

Untuk saat ini, hukum India yang melarang penyembelihan sapi dan mempersulit restoran menyajikan daging sapi tampaknya tak begitu berdampak pada permintaan pasar. Namun, jika BJP berkuasa dan tetap bersikeras dengan manifestonya, industri daging sapi di India berisiko rugi.

Pemilihan umum 2014 di India berlangsung pada 7 April sampai 12 Mei. Hasilnya akan diumumkan pada 16 Mei mendatang.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads