Uang semiliar sama sekali tidak sedikit. Bisa dipakai untuk membeli rumah, mobil mewah, atau bahkan sebotol wine antik berkualitas luar biasa. Ironisnya, ternyata pria ini hanya mendapat sebotol jus anggur biasa.
Julian LeCraw, seorang kolektor wine asal Atlanta, Amerika Serikat, telah membeli banyak botol wine dari Stephen Williams, pemilik Antique Wine Company yang berbasis di London, Inggris, sejak awal tahun 2000-an.
Salah satu yang ia beli adalah Chateau d'Yquem 1787, sebotol wine seharga US$ 100.000 (Rp 1,16 miliar). Lewat website Antique Wine Company, Williamspun mengklaim ia sukses melakukan 'penjualan white wine termahal di dunia yang memecahkan rekor'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Williams, wine itu terbuat dari anggur yang dipetik sebelum George Washington terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Ia tak lupa menyertakan surat keaslian dari seorang pakar wine.
Pada 2006 dan 2007, LeCraw membeli lagi 13 botol wine antik dari Antique Wine Company. Namun enam tahun kemudian, ia menyadari bahwa semua wine tersebut, termasuk Chateau d'Yquem 1787, adalah palsu.
Setelah seorang pedagang wine yang mendatangi gudang wine LeCraw mempertanyakan keaslian wine-nya, LeCraw menyewa jasa pakar wine asal San Fransisco, AS, Maureen Downey. Downey yang juga menyatakan bahwa wine tersebut palsu menuturkan kesaksiannya.
"Pada beberapa botol yang seharusnya berumur ratusan tahun, labelnya dicetak dengan komputer. Tampak pula lem berlebihan di sekitar label yang tak mungkin digunakan oleh produsen wine kuno," tulis Downey dalam pernyataan hukumnya.
Keganjilan juga terlihat di antaranya dari sumbat botol, kapsul, endapan di dalam botol, bentuk dan warna botol, serta warna cairan di dalam botol. Bahkan, menurut LeCraw, produsen wine di Prancis yang diduga memproduksi dan membotolkan wine tersebut memastikan bahwa botol wine itu tak asli.
Williams menyangkal wine tersebut palsu dan mengritik metodologi Downey meski sudah ada bukti-bukti tak terbantahkan. Menurut LeCraw, Williams juga menolak membayar ratusan botol wine yang ia ambil dari LeCraw untuk dijual dengan sistem konsinyasi pada 2010.
Williams mengaku berhutang kepada LeCraw sebanyak US$ 101.000 (Rp 1,17 juta) untuk botol-botol wine yang sudah mereka jual. Namun, menurut LeCraw, nilai aslinya lebih dari US$ 3 juta (Rp 34,8 miliar).
LeCraw menuntut ganti rugi dan hukuman, di antaranya untuk pelanggaran kontrak, penipuan, konspirasi penggelapan uang, kelalaian dan kekeliruan, serta pelanggaran hukum Georgia.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN