Kecap Bango Akan Memulai Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara ke 100 Kota Indonesia

- detikFood Kamis, 27 Mar 2014 07:15 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta -

PT Unilever Indonesia Tbk. melalui produknya kecap Bango memperkenalkan program baru. Untuk mengawali Festival Jajanan Bango akan diadakan Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara yang menjelajahi 100 kota di 34 provinsi Indonesia.

Program ini diperkenalkan dalam konferensi pers Rabu (26/03/2014). Acara dihadiri Akhyaruddin, SE, M.Sc selaku Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi Insentif dan Even, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senior Brand Manager Bango Nuning Wahyuningsih, dan pengamat kuliner nusantara Arie Parikesit.

Menurut Nuning Wahyuningsih, sebagai brand kecap yang sudah hadir di Indonesia selama lebih dari 85 tahun, Bango selalu menggali hal-hal baru dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara.

“Indonesia kaya akan kuliner. Namun sayangnya banyak kegiatan berhubungan dengan kuliner yang terpusat di Jawa. Daerah seperti Sumatera, Sulawesi, dan wilayah ke Timur lainnya datanya kurang terangkum dengan baik. Tahun ini kami membuat ekspedisi kuliner Nusantara dari Barat, Tengah hingga Timur Indonesia,” jelas Nuning Wahyuningsih.

Ekspedisi yang diadakan Bango pada bulan April hingga Juli 2014 akan menelusuri kekayaan kuliner di tiga wilayah Indonesia yaitu Indonesia Barat (Sumatera – Kalimantan), Indonesia Tengah (Jawa, Bali dan Madura) dan Indonesia Timur (Sulawesi, NTT, NTB, Maluku, dan Papua).

Nantinya data yang terkumpul dari ekspedisi ini akan didokumentasikan secara lengkap dalam buku 'Bango Jelajah Warisan Kuliner dari Barat ke Timur Nusantara'. Diharapkan buku ini menjadi salah satu referensi utama masyarakat Indonesia dalam mengenal kekayaan warisan kuliner nusantara.

Pada ekspedisi Bango, semua segi kuliner akan dibahas dengan detil. Menurut Arie Parikesit selaku koordinator kegiatan ini, ekspedisi Bango akan menjadi salah satu penelusuran jejak kuliner nusantara paling ekstensif dalam sejarah kuliner Indonesia.

Dengan destinasi lebih dari 100 kota, tim akan menelusuri sejarah, bahan otentik, resep, budaya lokal, serta penggalian informasi dari tokoh kuliner setempat. Tidak hanya makanan populer yang diangkat tapi juga makanan khas yang hanya diketahui penduduk lokal serta makanan dalam perayaan adat. Jadi ekspedisi bukan sekedar review makanan saja.

'Bango Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara' akan dilakukan oleh tiga tim yang terdiri dari 6 - 7 penulis dan fotografer terpilih. Ekspedisi dipimpin oleh tiga penjelajah kuliner ternama yaitu Odillia Winneke untuk wilayah barat, Aldio Merancia untuk wilayah Tengah dan Dina 'Dua Ransel' untuk wilayah Timur.

Pemilihan tim tersebut karena semangat mereka yang besar terhadap budaya kuliner Indonesia. Sehingga diharapkan antusiasmenya dapat menular ke masyarakat luas.

Akhyaruddin, SE, M.Sc dari Kemenparekraf menambahkan bahwa Kemenparekraf memiliki kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian dan pengembangan kuliner tradisional melalui 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI).

Namun 30 ikon itu menurutnya hanya platform saja, sehingga Kemenparekraf menyambut baik terhadap acara yang diinisiasi kecap Bango dalam upaya melestarikan warisan kuliner nusantara secara lebih luas.

Para pencinta kuliner nantinya dapat ikut menyimak rekam jejak perjalanan tim ekspedisi dalam bentuk tulisan, foto dan video melalui situs www. bango.co.id, twitter @warisankuliner, Facebook Fan Page Warisan Kuliner serta mobile application Wisata Kuliner.

Selain ekspedisi kuliner, kejutan inovatif Bango lainnya adalah Festival Jajanan Bango tahun ini akan diadakan di Medan, Jakarta dan Makassar sebagai perwakilan wilayah Barat, Tengah dan Timur Indonesia.

(odi/odi)