Dalam acara ini disajikan rendang, gado-gado, dan sop buntut. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia.
Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Soegeng Rahardjo mengatakan, “Seni kuliner suatu bangsa merupakan cerminan dari tradisi dan kebudayaan bangsa tersebut. Masakan Indonesia yang kaya rasa adalah refleksi dari kemajemukan masyarakatnya yang hidup secara harmonis.”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung acara ini, pihak Hotel Grand Millenium Beijing membawa dua chef dari Hotel Grand Millenium Jakarta. Salah satu chef, Jaka Lestari menjelaskan, “Ini ada rendang sapi yang saya sengaja ambil dari beberapa daerah di Indonesia. Ada juga ayam kepyur dari Yogyakarta, telur masak tawon dari Jawa, iga dari Jawa Barat, dan sop buntut yang sangat populer di Indonesia.”
Jaka mengatakan dirinya sengaja membawa bumbu-bumbu langsung dari Indonesia agar rasa hidangan tetap terjaga keasliannya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan, termasuk Asosiasi Restoran Beijing, Komisi Nasional Keamanan Pangan, dan Asosiasi Industri Makanan Nasional Tiongkok.
“Dengan mencicipi cita rasa masakan Indonesia, diharapkan masyarakat Tiongkok akan semakin terdorong untuk mengenal dan mengunjungi Indonesia,” tambah Soegeng, seperti tercantum dalam release KBRI Beijing (26/03/2014).
Dalam pembukaan IFF 2014, KBRI Beijing juga meluncurkan dan membagikan buku 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Mandarin.
IFF 2014 akan berlangsung di Grand Millenium Hotel Beijing dari 21 Maret hingga 31 Maret 2014 mendatang. Masyarakat umum bisa menikmati hidangan buffet tradisional Indonesia dengan membayar 288 yuan atau sekitar Rp 530 ribu per orang.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN