Pada Minggu (09/03/2014), Noka Prihasto, Retno Apriliandi Putri, dan Novi Kresna Murti menggelar The Warung di Manwong, Seoul, Korea Selatan. Kegiatan menikmati hidangan Indonesia dengan konsep restoran pop-up ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan yang mereka sebut 'ekspor budaya'.
Selama tiga jam, ketiga anak muda dari Indonesia tersebut menyajikan hidangan tradisional dengan gaya restoran. Tempe yang diolah dengan bumbu pecel, rujak, dan mendoanpun jadi sajian favorit 70 orang tamu dari Korea, Amerika, dan Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah tamu sengaja dibatasi 50-70 orang. Selain menyesuaikan dengan kapasitas restoran, hal ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas hidangan serta agar tamu bisa bersantap dengan nyaman dan santai. Sambil bersantap, lagu-lagu Indonesia populer akan dimainkan.
Menurut Novi, munculnya gerakan ini dilatarbelakangi ketiadaan restoran Indonesia yang mengenalkan keragaman makanan nusantara secara layak di Korea. "Selain itu, masyarakat Korea juga sering mengasosiasikan hidangan Indonesia dengan hidangan India," ujar Novi.
Nama 'The Warung' dipilih karena akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Lebih dari sekadar usaha kecil rumahan, warung adalah tempat bersosialisasi dengan tetangga.
Karena itulah, The Warung diharapkan bisa menjadi wadah mengenalkan masakan Indonesia kepada masyarakat internasional di Korea. Untuk jangka panjang, Noka, Retno, dan Novi berencana menggelar The Warung di berbagai tempat di dunia.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN