Selasa (18/02/2014), produsen minuman ringan terbesar di dunia ini menyebutkan bahwa volume penjualan menurun 1% di Amerika Utara. Hal ini mencerminkan penurunan sebesar 3% pada kategori soda yang diimbangi kenaikan performa minuman nonkarbonasi seperti Powerade.
The Coca-Cola Company juga melihat pertumbuhan yang lebih lambat di emerging market (negara dengan pertumbuhan cepat) seperti India dan China. Secara keseluruhan, volume penjualan global naik hanya 1% di triwulan tersebut. Minggu lalu, PepsiCo juga mengatakan bahwa volume penjualan sodanya turun dengan persentase satu digit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu, bisnis kami tergantung pemasaran," kata sang CEO, Muhtar Kent, seperti diberitakan Associated Press. Sementara beberapa orang akan kehilangan pekerjaan akibat pemangkasan biaya, ia menegaskan bahwa nanti akan ada pekerjaan baru.
Walaupun The Coca-Cola Company dan PepsiCo sedang menjajaki emerging market sebagai tempat berkembang serta menawarkan berbagai pilihan minuman, tekanan memaksa kedua perusahaan ini memikirkan bagaimana agar penjualan soda terus naik di negara asalnya, Amerika.
Orang Amerika sudah mengurangi minum soda selama beberapa tahun sejak munculnya beragam merek minuman berenergi, air mineral dengan tambahan perasa, dll. Soda juga dituduh sebagai biang obesitas.
Selain itu, para eksekutif di industri minuman ringan juga menyalahkan kekhawatiran akan pemanis buatan yang menyebabkan turunnya penjualan soda diet. Kent mengatakan bahwa turunnya penjualan soda di Amerika Utara beberapa tahun terakhir sebagian besar disebabkan oleh rendahnya volume penjualan Diet Coke.
Namun, ia menekankan bahwa PepsiCo sedang bekerja sama dengan pihak ketiga yang kredibel untuk menangani salah persepsi tentang soda. Ia percaya bahwa soda di Amerika Utara tetap bisa berkembang dan hanya memerlukan pemasaran, inovasi, serta eksekusi penjualan yang lebih baik.
Saat ini, The Coca-Cola Company sedang menguji usaha baru. Perusahaan tersebut meluncurkan 'Coca-Cola Life' dengan pemanis gula dan stevia di Argentina tahun lalu. Di triwulan terakhir, Kent mengatakan bahwa volume penjualan soda di negara tersebut naik dengan persentase satu digit.
Di awal bulan ini, The Coca-Cola Company juga mengatakan bahwa mereka membeli saham di Green Mountain Coffee Roasters. Mereka bekerja sama membuat mesin pembuat Coca-Cola serta minuman dingin lain yang bisa dipakai di rumah.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN