Kritikus Kuliner Prancis Bocorkan Isi Michelin Guide 2014

Kritikus Kuliner Prancis Bocorkan Isi Michelin Guide 2014

Fitria Rahmadianti - detikFood
Selasa, 18 Feb 2014 16:31 WIB
Foto: Robert Pratta/Reuters
Jakarta - Tak banyak ajang tahunan yang begitu ditunggu di Prancis selain peluncuran panduan restoran Michelin. Buku bersampul merah ini memuat restoran mana saja yang berhasil mendapat bintang Michelin, yang kemudian menjadi tolok ukur kesuksesannya.

Namun tahun ini, seminggu sebelum daftar restoran di Michelin Guide diumumkan, seorang kritikus kuliner Prancis terkemuka melontarkan komentar pedas. Tak hanya itu, pria bernama Gilles Pudlowski ini juga membocorkan hasilnya.

Dalam kolomnya yang singkat dan padat di majalah mingguan Le Point, Senin (17/02/2014), Pudlowski mengenang hari-hari ketika direktur Michelin Guide adalah orang yang kompetensinya tak diragukan lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sejak masa jabatan singkat Derek Brown dari Inggris yang ditunjuk pada 2001, menurut Pudlowski, panduan ini seakan kehilangan arah.

Michelin Guide kini di bawah asuhan Michael Ellis, direktur internasional dari Amerika, serta Juliane Casper, wakilnya dari Jerman. Ellis mengatakan bahwa ia ingin mengakui chef-chef muda.

"Tak ada yang salah dengan itu. Namun apakah itu menjadi alasan untuk lupa memberi penghargaan kepada chef-chef yang tak tertandingi?" kata Pudlowski kepada The Guardian (17/02/2014).

Ia mengatakan, teleponnya tak berhenti berdering sejak ia memberi bocoran di kolomnya. Ia menulis, restoran berbintang tiga Michelin di luar Paris yang baru masuk Michelin Guide 2014 adalah l'Assiette Champenoise di Reims, Prancis.

Chefnya, Arnaud Lallement (39 tahun), menawarkan hidangan seperti daging babi hitam dengan bacon, foie gras, dan kentang. Pudlowski berpendapat, saingan Lallement dengan usia sama di kota tersebut, yakni Phillipe Mille dari restoran Les Creyeres, adalah pilihan yang lebih baik.

Di Paris, menurut Pudlowski, Alain Ducasse dengan restorannya Le Meurice akan mempertahankan tiga bintang Michelin-nya.

Pudlowski, yang menerbitkan ulasan restorannya sendiri yakni Guides Pudlo mengkritik kegagalan Michelin Guide untuk memberi sanksi kepada chef dengan mengurangi bintang Michelin-nya.

"Memangnya tidak ada orang Prancis yang bisa mengelola panduan ini?" kata Pudlowski berapi-api. Ia juga menuding bahwa manajemen puncaklah yang menentukan bintang Michelin, bukan orang-orang Prancis yang menginspeksi restoran.

Ellis yang sebelumnya menduduki jabatan senior di divisi ban Michelin mengambil alih panduan restoran yang meliputi lebih dari 20 negara ini pada 2012. Buku panduan dari Prancis ini biasanya diterbitkan pada bulan Maret, namun tahun ini peluncurannya dimajukan seminggu.

Pudlowski tampaknya memang tak setuju jika Michelin Guide dipimpin oleh orang-orang di luar Prancis. The New York Times (15/02/2003) pernah menulis bahwa Pudlowski memprotes ditunjuknya Brown.

"Inggris adalah negara yang kulinernya paling tidak istimewa di Eropa. Orang Inggris tak akan membawa kebaikan apa-apa," ujar Pudlowski. Sampai berita ini diturunkan Ellis tak bisa dimintai konfirmasi tentang hal ini.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads