Senin (03/02/2014), McDonald's Argentina menulis di akun Twitternya: "Kekurangan saus tomat di gerai-gerai lokal kami bersifat sementara. Kami berharap bisa mengatasinya sesegera mungkin. Kami akan membawa saus lain untuk menggantikannya sementara kami mengatasi masalah ini."
McDonald's menolak menjelaskan penyebab masalah tersebut saat ditanya di Twitter. Namun, diduga jaringan restoran cepat saji ini sulit mengimpor saus tomat dari Chile karena pemasok enggan menerima peso sebagai alat pembayaran.
Seperti diberitakan Mail Online (06/02/2014), jatuhnya nilai tukar dan inflasi yang tak terkendali di Argentina dituding sebagai penyebab habisnya persediaan saus tomat di McDonald's.
Presiden Argentina Cristina Kirchner terseret sebagai kambing hitam. Di bawah kepemimpinan dan reformasi ekonomi yang ia terapkan, inflasi tahunan diprediksi menyentuh 30% tahun ini. Sejak 2010 hingga tahun lalu, inflasi berkisar antara 20-25%.
Krisis membuat masyarakat Argentina memborong bahan-bahan segar sebelum harga-harga kembali naik. Mereka juga menukarkan peso ke dollar Amerika untuk melindungi uang simpanan mereka dari kerugian lebih lanjut.
Pemerintah Argentina telah menerapkan sejumlah pembatasan terkait transaksi dengan mata uang asing. Pemerintah juga membatasi impor ke negara dengan ekonomi kedua terbesar di Amerika Latin ini.
Aturan ketat tersebut menyebabkan banyak investor kabur dan ekonomi anjlok. Peso jatuh sebesar 23% menjadi delapan per dollar Amerika Serikat Januari lalu. Diramalkan, angkanya akan menyentuh 8,78 peso per dollar Juni nanti.
Tahun lalu, Argentina kekurangan pasokan bahan-bahan pokok seperti gandum, jagung, tomat, dan minyak goreng. Kini, saus tomatpun masuk daftar.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN