Kasus Daging Ayam Gelonggongan Juga Terjadi di Inggris

Kasus Daging Ayam Gelonggongan Juga Terjadi di Inggris

Fitria Rahmadianti - detikFood
Rabu, 11 Des 2013 12:54 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Daging sapi gelonggongan dijual oleh pedagang curang. Sapi diberi minum air sebanyak-banyaknya sebelum disembelih agar massa dagingnya bertambah. Ternyata kasus yang mirip terjadi di Inggris. Kali ini terjadi pada ayam.

Seperti diberitakan Daily Mail (10/12/13), hasil investigasi baru-baru ini mengungkap bahwa sebagian daging dada ayam yang dijual di Inggris mengandung 14-18% air. Daging ayam gelonggongan ini dijual di pengecer besar seperti Aldi, Asda, dan Iceland dengan merek sendiri.

Di beberapa supermarket di Inggris, daging dada ayam beku seberat 600-750 gram dijual dengan harga £4.99-6.59 (Rp 99.000-130.000). Jika kandungan airnya 14-18%, berarti Anda membayar ekstra hingga £1.54 (Rp 30.400) per kg untuk air dan zat kimia tambahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daging dada ayam yang tampak juicy bisa jadi ternyata mengandung banyak air, baik disuntikkan secara mekanis maupun melalui proses industri yang disebut 'tumbling' (penggulingan). Zat-zat kimiawi juga ditambahkan saat melakukan proses ini.

Salah satu kasus yang disorot adalah impor daging dada ayam mentah beku dari Brazil ke Inggris. Di Brazil, garam dan minyak jagung ditambahkan ke daging. Sampai di Inggris, daging beku ini dicairkan dan melalui proses vacuum-tumbling.

Proses ini membuat air dan bahan kimia tambahan terserap dalam daging, menaikkan beratnya dan memberikan tekstur yang lebih juicy namun tak alami. Daging tersebut kemudian dibekukan kembali dan dijual di supermarket.

Menambahkan air dan bahan tambahan ke daging ayam tak ilegal selama bahan-bahan tersebut ditampilkan secara jelas di label. Namun, tak adil jika masyarakat diminta membayar lebih untuk produk palsu. Apalagi, mereka tak tahu dampak konsumsi ayam gelonggongan ini terhadap kesehatan karena belum ada analisis mendalam tentangnya.

Ternyata, kecurangan ini tak hanya dilakukan pada daging ayam, melainkan juga pada produk daging olahan seperti ham, bacon, dan sosis. Termasuk pula seafood seperti scallop yang direndam di air yang mengandung fosfat agar membesar meski rasanya jadi kurang enak.

"Ini adalah wilayah hukum pangan Uni Eropa yang rumit karena tergantung interpretasi. Kami sedang menginvestigasi dan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mengidentifikasi status hukumnya," ujar juru bicara Badan Keamanan Pangan (FSA) Inggris.



(odi/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads