Starbucks Amerika akan Pekerjakan 10 Ribu Veteran Tentara dan Pasangannya

- detikFood
Kamis, 07 Nov 2013 11:46 WIB
Foto: Huffington Post
Jakarta - Veterans Beer Company di Chicago hanya mempekerjakan veteran tentara sebagai pegawainya. Hal ini dilakukan sang pemilik, Paul Jenkins karena dirinya khawatir dengan tingkat pengangguran di kalangan veteran.

Kini Starbucks juga berkomitmen mempekerjakan 10 ribu veteran tentara dan pasangannya. dikabarkan Reuters (07/11/2013), pihak Starbucks akan mempekerjakan setidaknya 10 ribu veteran dan pasangan militer aktif dalam dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Pihaknya juga menambahkan, lima gerai baru dan beberapa gerai yang sebelumnya sudah berdiri di dekat pangkalan militer akan menyisihkan sebagian dari keuntungan penjualan untuk organisasi non-profit yang membantu para veteran kembali memasuki dunia kerja.

Sebelumnya, banyak perusahaan Amerika Serikat telah berkomitmen mempekerjakan ribuan veteran tentara yang bertugas di Irak dan Afghanistan. Gerai minuman kopi yang berbasis di Seattle ini mengatakan, mereka akan merekrut pegawai khusus yang bertugas mencocokkan keterampilan unik dari veteran dengan pekerjaan yang tersedia di perusahaan.

“Keadaan demografis ini menunjukkan veteran sebagai salah satu bakat yang paling kurang dimanfaatkan di negara kita,” ujar mantan Menteri Pertahanan AS yang kini menjabat sebagai Direktur Starbucks, Robert Gates.

Selain itu, Starbucks juga bertujuan memperluas dan memperkuat program bimbingan yang selama ini dilakukan melalui Jaringan Angkatan Bersenjata. Rencananya, upaya baru ini akan diumumkan bertepatan dengan Hari Veteran AS yang jatuh pada 11 November mendatang.

“Ini bukan hanya tentang mempekerjakan barista. Kami mencari individu dengan pengalaman dalam segala hal, mulai dari membangun tim hingga mengelola manajemen rantai pasokan global yang kompleks” ujar Chief Executive Starbucks, Howard Schultz.

Menurut Gates, sebagai perusahaan global yang mendapat bahan baku kopi dan teh dari seluruh dunia, veteran menawarkan pengalaman internasional dan kemampuan bahasa asing.

“Mereka membawa pemahaman tentang budaya lain dan mereka terbiasa bekerja sama dengan mitra yang beragam dan internasional,” ujar Gates.

Saat ini Starbucks mempekerjakan sekitar 134 ribu orang di Amerika Serikat, termasuk ribuan veteran dan pasangan mereka.

(fit/odi)