Aturan baku soal padu padan white wine dengan red wine sudah berubah. Ingin mersakan uniknya perpaduan soto tangkar dengan chardonnay atau cumi hitam dengan shiraz? Anda harus hadir dalam wine dinner istimewa ini.
Selama ini white wine selalu dipasangkan dengan seafood atau white meat (daging unggas) dan red wine dipadukan dengan red meat (daging merah). Hal ini sudah jadi tradisi menikmati wine dengan hidangan barat.
Seiring dengan perkembangan dunia kuliner yang makin global maka pakem tersebut sudah banyak berubah. 'Tak ada aturan baku, menikmati wine adalah sesuatu yang sangat pribadi,' demikian komentar Yohan Handoyo, GM Dimatique.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Sengaja kami memilih hidangan Indonesia untuk di-pairing dengan wine premiun Australia. Kami ingin membuktikan bahwa makanan tradisional Indonesia juga bisa disajikan dalam jamuan internasional,' tegas Yohan Handoyo.
Acara Risjttafel Wine Dinner ini ada 7 hidangan tradisional yang akan di-pairing dengan 6 jenis wine dari Tyrells, Picardi,Umamau, Frasser Gallop, Lenton Brae Margareth River dan Capel Vale. Untuk hidangan Indonesia yang dipilih, berasal dari berbagai daerah.
Pastinya akan ada kejutan menarik dari perpaduan acar kuning atau cumi hitam dengan wine Australia pilihan. Acara ini akan digelar Kamis, 7 November 2013, pukul 19.00 di Kunstkring, Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat.
Ingin ikut mencicipi wine dinner unik ini? Segera saja dapatkan tiketnya di Segera saja layangkan email ke : kunstkring@tuguhotel.com atau kontak : 021-3900899 atau Galuh di : 085775211877.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN