Seperti dilansir dari Fox News (03/10/2013), Badan Makanan PBB memperingatkan para pemimpin dunia bahwa beberapa negara akan mengalami kegagalan dalam mengurangi setengah jumlah penderita kelaparan pada tahun 2015.
Dalam laporan terbaru tentang kerawanan pangan, PBB memperkirakan sekitar 842 juta orang menderita kelaparan kronis atau sekitar 12 persen dari populasi dunia pada tahun 2011-2013. Angka ini menurun dari tahun 1990-1992 dimana angka kelaparan kronis mencapai 17 persen dari populasi dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βBanyak negara tidak mungkin mencapai tujuan yang diadopsi para pemimpin dunia dalam pertemuan PBB tahun 2000,β ujar perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD).
Laporan juga mengatakan, βMereka (negara-negara) yang berkonflik selama dua dekade terakhir terlihat mengalami kemunduran signifikan dalam upaya mengurangi kelaparan.β Tak hanya itu, negara-negara daratan juga menghadapi tantangan terus menerus dalam mengakses pasar dunia.
βBegitu juga dengan negara-negara yang memiliki infrastruktur buruk dan pemerintahan lemah, mereka akan mengalami kendala tambahan,β ungkap laporan tersebut.
Sementara itu, FAO, WFP, dan IFAD mendefinisikan kurang gizi atau kelaparan sebagai keadaan βtidak memiliki cukup makanan untuk hidup aktif dan sehat,β serta ketidakmampuan untuk βmemenuhi kebutuhan makan dan energi.β
Sebagian besar orang yang menderita kelaparan, atau sekitar 827 juta orang, hidup di negara-negara berkembang dimana angka penderita kurang gizi diperkirakan sebanyak 14,3 persen. Afrika merupakan negara dengan prevalensi kurang gizi paling tinggi dimana 1 dari 5 orang diperkirakan kurang gizi.
Untuk mengatasi masalah ini, pihak PBB mengatakan pentingnya menyusun kebijakan terkait peningkatan produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan. Langkah ini juga bisa dikombinasika
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN