Burger King Amerika Luncurkan 'Satisfries', French Fries Rendah Kalori

- detikFood Kamis, 03 Okt 2013 10:12 WIB
Foto: Noel Barnhurst Foto: Noel Barnhurst
Jakarta - French fries atau kentang goreng dicintai karena teksturnya yang renyah. Kerenyahan tersebut didapat karena kentang yang dilapisi adonan tepung tipis digoreng dengan banyak minyak. Mungkinkah kentang goreng dibuat versi lebih sehatnya?

Burger King Amerika Serikat dan Kanada menjawab: ya. Senin (23/09/13), mereka meluncurkan 'Satisfries', kentang goreng yang kandungan lemaknya 20% lebih rendah dibanding versi regulernya. Kandungan kalorinyapun 'hanya' 270 kkal, lebih rendah dibanding kentang goreng Burger King biasa yakni 340 kkal.

Bentuknya mirip kentang goreng crinkle-cut yang lebih besar daripada versi reguler. Tempat dan lama menggorengnya sama saja dengan kentang goreng biasa. Namun, McDonald's telah bekerjasama dengan produsen keripik kentang McCain dalam mengembangkan lapisan tepung yang menyerap minyak lebih sedikit saat digoreng.

Bagaimana caranya? Burger King tentu tak mau membocorkan rahasianya. Namun, Mary Ellen Camire dari Institute of Food Technologists menjelaskan bahwa hal ini bisa dilakukan dengan menambahkan tepung termodifikasi ke permukaan makanan seperti kentang.

Bisa juga menambahkan bahan seperti protein, gellan gum, methylcellulose dan hydroxypropylmethyl cellulose, serta tepung kedelai dan kacang polong ke adonan tepung sehingga tak terlalu menyerap minyak.

Biasanya makanan yang dibuat versi sehatnya jadi kurang enak. Namun, Alexandra Sifferlin dari TIME (24/09/13) yang mencicipi sendiri Satisfries mengatakan bahwa citarasa menu baru tersebut dan kentang goreng reguler tak berbeda. "Mereka mempertahankan rasa Burger King yang unik," komentarnya.

Inilah yang menjadi salah satu tantangan terbesar. Pasalnya, minyak yang terserap oleh kentang menyebabkan air keluar, sehingga tekstur renyah didapat. Bagaimana kentang goreng tetap renyah enak kalau tak menyerap minyak?

Burger Kingpun mengklaim bahwa kentang goreng terbarunya mengandung 30% kalori lebih sedikit dibanding punya McDonald's. Kandungan lemaknyapun 40% lebih rendah dibanding saingannya.

Peluncuran kentang goreng rendah kalori ini tampak bertepatan dengan aturan US Patient Protection and Affordable Care Act. Disebutkan bahwa jaringan restoran dengan lebih dari 20 lokasi di Amerika Serikat harus memajang hitungan kalori di menu mereka per tahun 2014.

Namun, Burger King menyangkal peluncuran Satisfries karena peraturan tersebut. Menurut jaringan restoran cepat saji ini, gorengan yang tak menyerap minyak akan mengurangi biaya minyak.

Burger King adalah salah satu restoran yang sadar akan tumbuhnya kekhawatiran konsumen akan efek kesehatan gorengan. Restoran ini menyediakan ayam panggang, salad, dan smoothies, namun tetap saja burger, kentang goreng, dan milkshake menjadi menu yang paling diminati. Lebih dari 100 juta orang bersantap di Burger King setiap bulan, dan 56 juta pelanggan di antaranya memesan kentang goreng.

Dari waktu ke waktu, tampak pelanggan tak mau mengorbankan makanan yang mereka cintai. Karena itulah, Burger King memutuskan membuat kentang gorengnya lebih menyehatkan tanpa mengubah bahan dan proses memasaknya.

"Kentang panggang tak renyah. Makanya, kami memperkenalkan kentang goreng dengan seluruh karakter yang diinginkan: garing di luar dan empuk di dalam. Kami melakukan perubahan kecil," ujar Eric Hirschhorn, kepala pemasaran Burger King Amerika Utara.

Untuk value size, seporsi Satisfries mengandung 190 kalori, delapan gram lemak, dan 210 mg sodium. Harganya $1,89 (Rp 22.000), sementara kentang goreng biasa $1,59 (Rp 18.000).



(fit/odi)