Golongan Kelas Menengah Atas Justru Alami Malnutrisi

Golongan Kelas Menengah Atas Justru Alami Malnutrisi

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Senin, 30 Sep 2013 13:21 WIB
Foto: Thinkstock/DetikFood
Jakarta - Karena dianggap memicu penyakit jantung dan kegemukan, banyak orang menghindair konsumsi daging merah. Padahal kekurangan konsumsi daging bisa membuat tubuh kekurangan zat besi hingga malnutrisi.

Kesalahan pemahaman soal nutrisi daging merah ini dikupas dalam Rare Medium Club yang diadakan oleh Meat & Livestock Australia Limited (MLA). Dalam pertemuan Rare Medium Club kali ini diangkat tema, β€œMalnutrisi di Tengah Kelimpahan”.

β€œDisini kami ingin memperlihatkan tidak benar daging merah banyak dihubungkan dengan kolesterol dan tubuh gemuk. Kolesterol tidak sesederhana itu langsung menjadi lemak. Itulah yang membuat orang salah kaprah, sehingga tidak membantu untuk hidup sehat,” tutur Isye Iriani selaku Marketing Manager MLA di Energy Cafe, Energy Building, Jakarta Selatan pada Jumat (27/09/2013) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak orang cenderung lebih memilih konsumsi daging putih (ikan dan ayam). Padahal jika dilihat dari segi nutrisi 100 gram daging sapi mengandung 3,58 mg zat besi dan 84 mg kolesterol, dibandingkan 100 gram ayam yang mengandung 1,33 mg zat besi dan 93 mg kolesterol .

Emilia Achmadi, ahli nutrisi yang turut hadir juga menyayangkan malnutrisi pada anak-anak malah terjadi di kalangan menengah atas. Hal ini bisa dipicu karena salah kaprah tentang nutrisi dan kurangnya kombinasi bahan makanan.

β€œBerat badan tidak sama dengan gizi. Seorang anak bisa mendapatkan berat badan dari makanan tidak sehat. Tetapi jika melihat fungsi organ dan hemoglobin barulah ditemukan kelaparan yang tidak terdeteksi,” tutur Emilia.

Micronutrient khususnya zat besi, vitamin A, iodium, dan folat sangat penting untuk pertumbuhan anak. Khususnya zat besi, walaupun nutrisi ini bisa ditemukan dalam kacang-kacangan, kandungan zat besi dari sumber hewani tidak bisa digantikan. Karena mengandung Ferric (Fe3+) atau heme iron, zat besi yang mudah diserap oleh tubuh manusia dan Ferrum (Fe2+).

Beberapa ciri malnutrisi yang dialami anak umumnya seperti sulit konsentrasi, tidak aktif, bibir pecah- pecah, dan imunitas yang menurun. β€œIronis memang malah terjadi malnutrisi di kalangan menengah ke atas yang sebenarnya bisa menyajikan makanan sehat, tapi permasalahannya adalah memilih makanan yang salah dan kekurangan vitamin A dan C,” tambah Emilia.

Untuk menjaga kecukupan asupan vitamin, protein, dan mineral harian sangat dibutuhkan kombinasi makanan. Ia menambahkan beberapa makanan kaya zat besi yang bisa disantap adalah bayam, telur, dan kacang hijau.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads