Jelang Mid Autumn Festival, China Perketat Aturan Pemberian Mooncake

- detikFood Senin, 16 Sep 2013 06:49 WIB
Foto: www.vancouverobserver.com
Jakarta - Tradisi pemberian mooncake kepada kolega dan keluarga dianggap sebagai lambang keberuntungan. Dengan maraknya kasus korupsi, kini di China diterapkan peraturan untuk membatasi pemberian mooncake.

Dalam langkah melawan penyuapan dan pengeluaran berlebihan, pimpinan partai komunis China membatasi tradisi pemberian mooncake. Peraturan berisi larangan penggunaan uang negara untuk membeli mooncake dan set hadiahnya ini berlaku menjelang mid autumn festival yang akan jatuh tanggal 19 September 2013.

"Banyak yang telah mengotori budaya festival pada beberapa tahun terakhir dengan meningkatnya hadiah-hadiah mahal seperti mooncake dan kepiting, semakin menjauh dari nilai budaya," tutur VicePremier Wang Qishan, kepala panel watchdog kepada media setempat (15/09/2013).

Mooncake biasanya dijual dalam kotak isi empat yang dijual sekitar $20 hingga $50 (Rp 228.00 – Rp 570.00). Tapi pemberian mooncake sebagai tanda suap atau tujuan korupsi makin banyak terjadi dengan ditawarkannya juga set hadiah.

“Beberapa perusahaan dan pengusaha memberikan suap dalam bentuk mooncake yang dibungkus emas, berlian, atau perhiasan lainnya bernilai ribuan dolar,” tutur Shaun Rein, selaku managing director of China Market Research Group di Shanghai.

Menurut China Association of Bakery and Confectionery Industry total dari 280.000 mooncake bisa bernilai hingga 16 milyar yuan ($2,6 milyar) dijual di China tahun lalu. Tapi, menyusul berlakunya larangan ini maka penjualan diperkirakan merosot.

Pemberiaan mooncake juga dilaporkan menjadi bentuk penghindaran pajak di kalangan pejabat China yang diberikan kepada para pegawai dalam bentuk hadiah. Dibanding memberikan langsung mooncake, perusahaan membeli kupon diskon dari pemasok mooncake untuk ditukar di toko mooncake.

Hal ini memangkas biaya dan usaha mengantarkan makanan dalam jumlah banyak. Tapi, banyak pegawai yang tidak menukar kupon tersebut, malah menjualnya pada pencari kupon untuk pendapatan tambahan.
.

(dni/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com