Chef Kelas Dunia Bantu Pemilik Restoran Somalia Paska Bom Bunuh Diri

Chef Kelas Dunia Bantu Pemilik Restoran Somalia Paska Bom Bunuh Diri

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Kamis, 12 Sep 2013 06:46 WIB
Foto: AFP
Jakarta - Paska bom bunuh diri di Somalia, sebuah restoran kehilangan bangunan dan karyawannya. Tapi, dengan bantuan tim chef dunia asal Denmark, donasi behasil dikumpulkan mencapai $16.000 untuk sang pemilik restoran.

Restoran bernama The Village didirikan tahun 2008 oleh Chef Ahmed Jama. Terletak di Mogadishu, ibukota Somalia yang sedang dilanda konflik, restoran ini kembali menjadi korban untuk ketiga kalinya oleh kelompok pemberontak Islam. Minggu lalu, terjadi insiden bom bunuh di restoran tersebut yang membunuh setidaknya 18 jiwa.

Melihat insiden tersebut, tim Chef dari restoran Noma di Kopenhagen, Denmark mengirimkan donasi untuk membantu sang chef Ahmed Jama. Pada hari Senin (11/09/2013) donasi mulai dibuka dan promosi dilakukan melalui media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Teman-teman tolong bantu Chef Ahmed membangun kembali restoran di Somalia,” tutur Rene Redzepi selaku pendiri Noma lewat Twitter.

Dalam dua hari, lebih dari setengah target 12.000 Euro (16.000 dolar) telah berhasil dikumpulkan. “Sebagai komunitas Chef, kami hanya ingin menunjukkan dukungan kami untuk apa yang Jama lakukan selama ini,” tutur Mark Emil Tholstrup Hermansen dari Nordic Food Lab kepada AFP (11/09/2013).

Chef Ahmed menjadi pembicara di acara MAD Symposium di Kopenhagen pada bulan Agustus. Ia berbagai suka duka pergi dari kampung halamannya yang tertimpa konflik. Akhirnya ia menyelesaikan pelatihan chef di London, lalu kembali ke Mogadishu untuk membuka restoran yang sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan mendekatkan komunitas.

Insiden sebelumnya tidak hanya menghancurkan restorannya, tapi juga menewaskan beberapa karyawannya. “Ahmed Jama, karena suara rubuhnya pohon selalu lebih keras dari tumbuhnya seribu pohon, semoga pohon yang Anda akan tanam lagi bisa memberikan keteduhan dan menjadi bukti ada cara lain yang bisa dilakukan selain melalui kekerasan,” tulis seseorang yang memberikan donasi.



(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads